Jangan Ikut People Power! Masyarakat Bima Diimbau tak Terlibat Gerakan Melanggar Hukum

Iklan Semua Halaman

.

Jangan Ikut People Power! Masyarakat Bima Diimbau tak Terlibat Gerakan Melanggar Hukum

Rabu, 22 Mei 2019
Ketua GP Ansor Kabupaten Bima, Muhammad Kurnia. Foto Ist.


Bima, Berita11.com— Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bima, Muhammad Kurnia mengimbau masyarakat Bima agar tak terlibat gerakan melanggar hukum people power. Jika ada ketidakpuasaan terhadap hasil Pemilu bisa menempuh jalur-jalur konstitusional seperti yang diatur dalam undang-undang.

Muhammad Kurnia menyerukan warga Nahdliyin agar mengimbau masyarakat dan keluarga masing-masing jika ada yang hendak mengikuti gerakan inkonstitusional people power dengan meluruskan pemahaman-pemahaman masyarakat.

“Kami di tubuh NU mulai dari PMII dan Gerapan Pemuda Ansor, memang menyikapi people power, karena memang sangat melawan negara. Karena negara ini negara hukum, makanya kita juga mengimbau khususnya kepada semua keluarga besar Nahdiyin di Bima agar kalau punya keluarga yang pengen melakukan people power meluruskan tentang masalah-masalah ini,” katanya melalui sambungan Ponsel, Rabu (22/5/2019).

Dikatakannya, gerakan poeple power  melanggar konstitusi negara. Apalagi Indonesia adalah  negara hukum, sehingga siapapun harus menaati ketentuan yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.

“Kalaupun ada masalah harus tempuh jalur-jalur konstitusional, kita tempuh jalur hukum karena kita ini negara hukum. Tidak usah kita semena-mena, negara ini yang didirikan oleh para tokoh, tidak boleh segampang ini kita menggulingkan pemerintahan yang sah hari ini,” pesannya.

Tokoh pemuda Kabupaten Bima ini juga mengajak segenap masyarakat Indonesia khususnya warga Bima agar menerima hasil Pilpres dengan lapang dada. Jika pun ada masalah yang masih menjanggal agar menempuh jalur konstitusional.

“Saat ini momentum yang pas untuk merekatnya hubungan dan tali silaturahmi. Kita mengimbau juga kepada warga masyarakat di Indonesia dan khususnya wilayah Kabupaten Bima agar menerima hasil Pemilu dengan lapang dada, bagi yang menang ya menang, bagi yang kalah ya kalah. Bagi yang tidak puas silakan menempuh jalur hukum, jangan melakukan keonaran dan segala macamnya yang dilarang oleh aturan,” pintanya.

Menurutnya, masyarakat Bima tak perlu ke Jakarta dalam rangka mengikuti gerakan people power. Jika ada warga yang terlanjur ke ibukota agar kembali pulang ke Bima.

“Kami mengimbau masyarakat Bima yang ke Jakarta dalam rangka people power agar pulang, tidak perlu ke sana. Karena kalau kita (masyarakat) ke sana sudah jelas melanggar hukum, karena ke sana dalam rangka tujuan-tujuan yang baik, meninggalkan istri dan anak, keluarga, menghabiskan tenaga, waktu dan uang. Lebih baik kita di Bima saja melaksanakan aktivitas kita, tidak pelu jauh-jauh ke sana,” ujarnya. [RD]