KAMMI NTB Kepung Kapolda NTB

Iklan Semua Halaman

.

KAMMI NTB Kepung Kapolda NTB

Selasa, 28 Mei 2019
Pengurus KAMMI NTB bersama Aliansi Masyarakat Peduli Indonesia sedang berjalan Menuju Mapolda sambil membawa spanduk pengencaman.

Kota Mataram, Berita11.com— Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Nusa Tenggara Barat (PW KAMMI NTB) bersama Aliansi Masyarakat Peduli Indonesia menggelar aksi sebagai bentuk duka cita atas meninggalnya 8 orang, dan 737 orang mengalami luka-luka yang disebabkan oleh tindakan Kekerasan oknum aparat yang tidak bertanggung jawab dalam mengamankan demonstrasi pada tanggal 21-22 Mei 2019 di Jakarta.

Aksi damai tersebut dilaksanakan pada hari sabtu, 25 Mei 2019 yang diikuti oleh 150 lebih massa aksi dimulai pada pukul 16.30. start dari Masjid Raya At-Taqwa Mataram, kemudian long match menuju ke Polda NTB.

PW KAMMI NTB menilai sikap dari aparat keamanan sudah melewati batas dan tidak benarkan  kekerasan apapun bentuknya kepada rakyat bagaimanapun kondisinya, pihak kepolisian harus tetap mengedepankan ruang dialog sampai masa bisa diatasi.

Ditambah lagi dengan pelarangan untuk menyampaikan aspirasi oleh pihak kepolisian di daerah-daerah yang menahan masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasinya ke Jakarta. salah satunya adalah Polda Jatim yang telah mencegah 1.700 massa yang hendak ke Jakarta untuk bergabung dalam aksi 22 Mei.
Pengurus KAMMI sedang Bernegosiasi dengan Pihak Polisi.

Oleh karena itu, PW KAMMI NTB bersama Aliansi Masyarakat Peduli Indonesia menyatakan sikap. pertama, mengecam oknum aparat yang melakukan tindakan represif kepada massa aksi dan menuntut oknum aparat ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kedua, mengecam oknum aparat yang mencoba membungkam kebebasan berpendapat di muka umum dengan melarang masyarakat berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasinya. Aparat seharusnya ikut mengawal masyarakat sampai aspirasinya benar-benar disampaikan.

ketiga, Mengecam oknum aparat keamanan yang diduga memukuli secara brutal tim medis yang hendak menolong massa aksi yang terluka.

keempat, kepolisian harus bertanggung jawab atas insiden yang menyebabka  jatuhnya korban pada saat masyarakat menyampaikan aspirasinya.

kelima, Kepolisian seharusnya melindungi dan mengayomi masyarakat, bukan melakukan tindakan kekerasan kepada masyarakat. ucap korlap kasi Gandi Rifansyah (IM)