Kasus Rabies di Kabupaten Bima Bertambah, Balita di Sanggar Digigit HPR

Iklan Semua Halaman

.

Kasus Rabies di Kabupaten Bima Bertambah, Balita di Sanggar Digigit HPR

Sabtu, 25 Mei 2019
Balita Korban Gigitan Hewan Penular Rabies sedang Ditangani Petugas Kesehatan. Korban Digigit Anjing Penular Rabies di Sekujur Tubuhnya, Jumat (24/5/2019) Pagi. Dokumen Dikes Kabupaten Bima.

Bima, Berita11.com— Penyebaran virus rabies di Kabupaten Bima memprihatinkan, bahkan jumlahnya bertambah. Kasus terbaru dialami Balita berinisial NF (2,2 tahun) di Desa Boro Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima, Jumat (24/5/2019). Korban diserang anjing HPR dengan ganas dibagian dahi, dada, tangan, punggung sehingga mengalami luka tak beraturan saat berjalan di depan rumahnya.
Hal tersebut dibenarkan Kepala Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Rifai S.Sos, M.Ap.
Diakuinya, sesuai laporan yang diterima pihaknya, pasca digigit anjing rabies (HPR), Balita tersebut langsung mendapat penanganan vaksi anti rabies (VAR) dan perawatan luka, pencucian luka dan pemberian anti biotik, obat serta antiseptik, sedangkan anjing penular rabies langsung dieliminasi.
Baca Juga:


Menurut Rifai, serangan anjing penular rabies atau HPR di Kecamatan Sanggar adalah yang tertinggi di Kabupaten Bima. Bahkan sesuai laporan yang disusun pihaknya, tercatat jumlah gigitan hewan penular rabies (GPHR) 66 kasus di wilayah tersebut.
“Kasus tertinggi di Kecamatan Sanggar. Bahkan tadi ada Balita yang baru digigit anjing,” katanya di Dikes Kabupaten Bima, Jumat (24/5/2019).
Disebutkannya, dari 66 kasus GPHR dan hasil pemeriksaan sampel di Kecamatan Sanggar, 11 di antaranya dinyatakan positif sebagai HPR. Dikes Kabupaten Bima telah melakukan vaksin terhadap 356 orang pasca merebak penyakit itu di wilayah tersebut.
Baca Juga:
Dua Warga Bima Digigit saat di Dompu
Sesuai data Dikes Kabupaten Bima, jumlah GPHR 14 kecamatan yaitu 140 kasus. 65 kasus dialami anak di bawah 15 tahun, sedangkan anjing yang telah dibunuh atau dieliminasi 252 ekor. Dalam menangani kasus tersebut pemerintah daerah Kabupaten Bima juga berhati-hati karena kegiatan eliminasi anjing atau HPR kadang diwarnai penolakan dan protes. [US]