Keamanan Pelayaran dari Bima masih Lemah dari Ancaman Teror?

Iklan Semua Halaman

.

Keamanan Pelayaran dari Bima masih Lemah dari Ancaman Teror?

Selasa, 28 Mei 2019
Loket Penjualan Tiket Kapal Pelni. Foto US Berita11.com.


Kota Bima, Berita11.com— Keamanan pelayaran dari pelabuhan Bima masih lemah dari ancaman teror. Hal tersebut disebabkan karena hingga kini belum dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung termasuk di antaranya pendeteksi logam (metal detektor) bahan berbahaya yang dibawa ke atas kapal.

Hal tersebut diakui Pelaksana Harian Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional (Pelni) Bima Budiman.

Kendati demikian, saat ini sudah ada rencana pemerintah melalui PT Pelindo membangun fasilitas penunjang. “Menunggu pembangunan kantor Pelindo. Luar biasa pemerintah pusat memerhatikan pembangunan tol laut. Ini segera dibangun,” kata Plh Kepala Cabang PT Pelni Bima, Budiman di kantor setempat, Senin (28/5/2019).

Budiman menegaskan, dari sisi keamanan loading penumpang tidak terdapat masalah. Demikian juga dari proses keluar dan masuk penumpang ke kapal Pelni karena didukung petugas otoritas pelabuhan atau Syahbandar. Untuk pintu keluar dan masuk sudah dibangun melalui terminal masing-masing yang terpisah, sehingga kasus kecelakaan penumpang jatuh dan tercebur ke laut sudah tidak ada.

“Untuk antsipasi keamanan selama arus mudik dan arus balik kita siapkan posko bersama Pelindo dan dikoordinir oleh KP3 untuk keamanan di Pelabuhan Bima,” katanya.

Diakui Budiman, jika dibandingkan pelabuhan lain di luar daerah, Pelabuhan Bima memang belum memiliki fasilitas memadai khususnya untuk mendeteksi penumpang yang membawa bahan-bahan berbahaya. “Contohnya kalau Pelabuhan Makassar itu sudang lengkap fasilitas termasuk untuk fasilitas keamanannya. Ini akan segera dilengkapi oleh Pelindo,” katanya. [US]