Kegiatan Perusahaan Tambang di Bima tetap Jalan, PT STM Sampaikan Laporan Rutin Triwulan

Iklan Semua Halaman

.

Kegiatan Perusahaan Tambang di Bima tetap Jalan, PT STM Sampaikan Laporan Rutin Triwulan

Selasa, 14 Mei 2019
Kegiatan Drilling Surface Mining. Foto Ist.


Bima, Berita11.com— Kendati jarang terdengar, ternyata aktivitas perusahaan akan menambang mineral sulfida di Kabupaten Bima, PT Sumbawa Timur Mining (STM) tetap berjalan, khususnya di Kecamatan Parado. Hal tersebut dilihat dari laporan rutin yang disampaikan perusahaan tersebut per triwulan kepada Pemerintah Kabupaten Bima.

Hal tersebut diakui Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Bima, Drs H Zainuddin MM. “Masih jalan karena kita selalu menerima laporan rutin yang disampiakan per triwulan,” ujar Zainuddin di Sekretariat Daerah Kabupaten Bima, Senin (13/5/2019).

Secara umum, PT STM adalah perusahaan bergerak di sektor pertambangan emas dan logam mulia lainnya yang mengantungi kontrak karya dari pemerintah pusat. Aktivitas perusahaan tersebut di Bima masih meliputi kegiatan eksplorasi yaitu penelitian letak, ukuran, jumlah cadangan, bentuk. Termasuk kegiatan pemboran pengambilan conto.

Berdasarkan data DPMPTSP Kabupaten Bima, selain  kontrak karya, ijin perusahaan tersebut meliputi ijin perpanjangan studi kelayakan dengan lokasi proyek Desa Lere Kecamatan Parado Kabupaten Bima.  Tercatat, pada tahun 2017 realisasi investasi perusahaan US$87.971.167,00.  Ijin meliputi pendaftaaran penanaman modal, ijin rencana penggunaan tenaga kerja asing  (RPTKA) dan ijin mendirikan bangunan (IMB) dengan Nomor ijin Nomor: 925/A.1/1997, tanggal 10 November 1997, Nomor:B.53/Pres/1/1998, tanggal 19 Januari 1998, KEP. 15663/PPTK/PTA/2016, tanggal 16 Juni 2016, Nomor: 500/667/IMB-KPPT/2015 tanggal 18 Agustus 2015.

Saat ini, kegiatan perusahaan tersebut di wilayah Hu’u Kabupaten Dompu mengalami progres lebih baik dari kegiatan eksplorasi di Kabupaten Bima.

Sebelumnya, Manager Teknik PT STM, Slamet Sugiharto mengatakan, setiap tahun perusahaan tersebut mengeluarkan dana Rp1 triliun dan selama tahun 2010 hingga 2016 perusahaan mengeluarkan dana US$61,7 juta.

Baca Juga:


Khusus  untuk kegiatan Comunity Development (Comdev) atau Coorporate Social Resposibility (CSR) untuk masyarakat daerah lingkar tambang, setiap tahun PT STM mengucurkan US$160.000 atau Rp2 miliar lebih. Pada tahun 2017, PT STM mengalokasikan belanja US$26 juta. US$2,2 juta di antara anggaran itu akan menambah pemasukan negara yang meliputi dana reboisasi, utang pajak dan ijin kebisingan (HO).  Secara umum, kandungan logam yang ada di wilayah eksplorasi Kecamatan Hu’u yaitu 7,17 juta ton tembaga, 14,1 ounce (oz) emas. Selain itu mineral lain yaitu perak. Dengan batas  bawa, 6,2 persen tembaga. 

Untuk kegiatan pemboran (drilling), perusahaan mengutamakan menggunakan lokasi pomboran yang sudah ada (existing). Jika harus menebang untuk area drilling, maka luas area tak lebih 30x30 meter. Kegiatan itu akan dicek dan diverifikasi oleh petugas Dinas Kehutanan.  PT STM juga menerapkan sistem rona awal menggunakan kamera bersistem infra merah yang secara otomatis dapat mendeteksi suhu tubuh dan merekam setiap gerakan binatang dan manusia di setiap sudut hutan yang masuk dalam area kontrak karya (KK) perusahaan.

Baca Juga:

Sesuai breakdown rencana perusahaan, tujuh tahun ke depan hingga tahun 2023 perusahaan akan memasuki studi kelayakan (feasibility study/fs). Pada tahun 2021 hingga tahun 2023 perusahaan akan membelanjakan modal US$100 juta yang terbagi tahun 2020 dan 2021 akan membelanjakan US$150 juta. Pada tahun 2022 dan 2023 juga akan membelanjakan US$150 sehingga total belanja selama kegiatan feasibility study US$400 juta. [US]