Pembalakan liar masih Marak, 162 Batang Kayu Sonokeling Diamankan Tim Gabungan di Bima

Iklan Semua Halaman

.

Pembalakan liar masih Marak, 162 Batang Kayu Sonokeling Diamankan Tim Gabungan di Bima

Jumat, 31 Mei 2019
Kayu Olahan yang Diduga Berasal dari Hutan Lindung Diamankan Tim Gabungan TNI, KPH dan Brimob di Sape Kabupaten Bima. Aparat masih Menelusuri Pemilik Kayu Tersebut.

Bima, Berita11.com— Pembalakan liar di wilayah Bima dan wilayah sekitar diduga masih marak terjadi. Saat pemerintah dan aparat berkaitan menangani degradasi hutan, masih ada sebagian oknum warga yang tak peduli lingkungan menggasak hasil hutan demi mendulang rupiah. Sebanyak 100 lebih batang kayu sonokeling yang diduga berasal dari kawasan hutan lindung Blok Kaworo ditemukan di sekitar sungai Hidirasa Kecamatan Sape oleh masyarakat dan tim gabungan KPH, TNI dan Brimob Sape, Jumat (31/5/2019).

Temuan 162 batang kayu sonokeling tersebut berawal dari informasi masyarakat keberadaan kayu tersebut. menindaklanjuti informasi itu, tim gabungan personel KPH Maria Donggomasa, anggota Kodim 1608/Bima dan anggota Brimob Sape melaksanakan patroli pengecekan di Hidirasa.

Sampai ditujuan, tim menemukan 162 batang kayu sonokeling berupa papan olahan di sepanjang sungai. Tim kemudian memeriksa sekitar lokasi, namun tidak menemukan siapapun dan tidak diperoleh informasi tentang siapa pemilik kayu tersebut,” ujar Dandim 1608/ Bima, Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra.

Pasca temuan tersebut, tim kemudian mengevakuasi kayu ke atas truk dan membawanya ke Kota Bima untuk keperluan penyelidikan dan identifikasi lebih lanjut.

Adapun dugaan sementara, menurut keterangan dari pihak KPH Maria Donggomasa, diperkirakan kayu tersebut berasal dari wilayah kawasan hutan lindung Blok Kaworo. Namun akan dipastikan lebih jelas lagi melalui proses identifikasi.

Ratusan Papan Kayu yang Ditemukan Masyarakat dan Diamankan Tim Gabungan di Hidirasa Sape.

Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra mengimbau masyarakat untuk tidak lagi melakukan penebangan liar (illegal logging). Karena selain melanggar hukum, juga akan berdampak buruk bagi lingkungan. Banjir, kekeringan akan terjadi apabila penebangan hutan terus terjadi.

Senada dengan Dandim Bima, petugas KPH Maria Donggomasa juga menegaskan akan terus berupaya secara maksimal untuk menekan kegiatan perambahan hutan. Terus terang kami sangat terbantu dengan adanya support yang luar biasa dari Kodim 1608/Bima, baik secara fisik maupun dukungan moril bagi anggota di lapangan,” ujar salah seorang anggota KPH Maria Donggomassa. [MR]