Pemkab Bima Genjot Perbub Rehabilitasi Hutan

Iklan Semua Halaman

.

Pemkab Bima Genjot Perbub Rehabilitasi Hutan

Selasa, 14 Mei 2019
Ruangan Bagian Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Bima. Foto US Berita11.com.

KERJASAMA ANTARA BAGIAN HUMAS DAN PROTOKOL SETDA KABUPATEN BIMA DENGAN HARIAN ONLINE WWW.BERITA11.COM

Bima, Berita11.com— Permasalahan kerusakan hutan menjadi atensi serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima. saat ini pemerintah daerah sedang menggenjot penyusunan Peraturan Bupati Bima tentang Rehabilitasi Hutan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Bima, Drs H Zainuddin MM.

Peraturan bupati tentang Rehabilitasi Hutan sedang dirancang, kami sudah pernah rapat kemarin. Tapi yang Tupoksi berperan aktif adalah DLH. Tetapi kami sebagai Bagian SDA tetap dilibatkan dalam pembahasan itu. Bagian Hukum, BPBD, Bappeda, karena tidak bisa dilakukan oleh kami bagian SDA saja. Semuanya saling terkait,” ujar Zainuddin di Sekretariat Daerah Kabupaten Bima, Senin (13/5/2019).

Diakuinya, setelah kewenangan pengawasan dan pengelolaan hutan ditarik ke Pemerintah Provinsi NTB, terdapat beberapa permasalahan. Termasuk kerusakan hutan akibat aktivitas pembabatan lahan hutan oleh masyarakat.

Saya ingat tahun 2018, bupati, Wabup, Sekda, semua OPD dan FKPD, Kapolres dan Pak Dandim turun semua melakukan penghijauan di Pela Parado. Demikain juga saya, setelah kita melakukan penghijauan dan pembinaan masyarakat. Karena kewenangan penanganan hutan ada dua. Setelah kewenangan ditarik ke provinsi, itu urusan KPH dinas provinsi, kami itu pemerintah daerah urusannya di luar dari kawasan sehingga bupati dan Wabup komit Bima harus dihijaukan,” katanya.

Dikatakannya, pada tahun 2018,  beberapa kecamatan kami  tanami dengan pohon, setelah  mendapat bantuan bibit dari Balai DAS Provinsi NTB. “Mulai dari Parado, Bolo, Donggo, Madapangga, terus di Langgudu, Lambitu, Palibelo, Monta, dan di Wawo. Hampir kami lakukan penghijauan. Di samping itu juga, memberikan pemahaman supaya tidak membabat hutan lagi. Termasuk sumber mata air di sekitar sumber mata air harus dijaga oleh masyarakat,” katanya. [US]