Prihatin, Balita 4,5 Tahun Ini Alami Kurang Gizi, Butuh Perhatian Khusus

Iklan Semua Halaman

.

Prihatin, Balita 4,5 Tahun Ini Alami Kurang Gizi, Butuh Perhatian Khusus

Sabtu, 11 Mei 2019
Balita Sumarni 4,5 tahun saat mendatangi Puskesmas Dompu Barat. Foto RIF

Dompu, Berita11.com - Gizi buruk atau kurang gizi di Kabupaten Dompu NTB, tampaknya masih menjadi masalah yang mengharuskan pemerintah memberikan perhatian khusus. Sebab, hingga saat ini masih ada anak-anak di Dompu yang mengalami penderitaan gizi buruk atau kurang gizi.

Kondisi Balita perempuan Suharni, yang baru berusia 4,5 tahun ini sangat memprihatinkan, tubuhnya hanya berupa tulang saja yang dibungkus kulit, kaki dan tangannya hanya terlihat tulang begitu juga dengan tulang pipinya menonjol dan matanya cekung akibat alami gizi buruk atau kurang gizi.

Balita dari pasangan Mas'ad dan Arsyad warga Dusun Oi Wau, Desa Riwo, Kecamatan Woja ini, kondisinya sangat mengenaskan.

Kepada Berita11.com, Mas'ad menceritakan, mereka mengetahui anaknya yang mengalami kurang gizi atau gizi buruk ini setelah dibawa ke Posyandu saat usianya masuk 25 hari. Ternyata sejak usia lima hari balita tersebut sudah mengalami gangguan pada saluran pencernaan, karena terkendala biaya, akhirnya pasangan cukup dibilang tidak mampu ini, membiarkan begitu saja.

“Baru saja masukin makanan kurang lebih lima menit, Sumarni sudah muntah-muntah pokoknya makanan apa saja. Pada umurnya 25 hari dulu, Sumarni dibawa ke Posyandu untuk diperiksa, Sumarni mengalami gangguan saluran pencernaan," jelas Mas'ad saat mendatangi Puskesmas Dompu Barat, Jumat (10/5) siang, sekira pukul 10.35 Wita.

Sementara Kepala Puskesmas Dompu Barat melalui penanggung jawab program Giji Haeruddin Yahya mengatakan balita tersebut bukan kategori gizi buruk tetapi kurang gizi disebabkan oleh gangguan pencernaan, dan mengalami demam, panas memuntahkan makanan.
Balita Sumarni tak menahan panas saat digendong ibunya di Puskesmas Dompu Barat. Foto RIF

"Tubuhnya hanya mendapat sedikit asupan gizi dan nutrisi. Sumarni ini sedang kami tangani, dengan memberikan makanan Biskuit, MPASI serta paket khusus penanganan gizi kurang," terang dia.

"Biskuit yang mengandung 10 vitamin mineral terkandung di dalamnya berupa susu, 800 gram untuk dikonsumsi selama 40 hari dan susu ini diminum dua kali sehari, setiap kali minum setengah gelas air hangat yang dicampur dengan susu," sambung Haeruddin.

Biskuit tersebut, lanjut Haeruddin, tidak diperbolehkan untuk diberikan ke sebarang anak, hanya pada anak yang kriteria Bagian Garis Merah (BGM) yakni anak gizi kurang atau anak gizi Buruk.

"Biskuit ini khusus anak tertentu saja seperti kriteria BGM dan Bantuan makanan ini diberikan oleh pihak donatur Cv Santi Makmur lewat Puskesmas Dompu Barat untuk anak-anak yang mengalami kurang gizi atau gizi buruk," katanya.

Secara terpisah Kepala Puskesmas Dompu Barat Mujakir S.Km mengatakan, penderitaan yang dialami balita 4,5 tahun ini merupakan bagian dari penyakit Stunting dan giji kurang. Untuk itu pihaknya berharap terhadap masyarakat ketika sakit atau penyakit segera mendatangi Puskesmas untuk ditindak lanjuti.

"Kami berharap masyarakat cepat mendatangi Puskesmas ketika merasakan sakit. Dan kami akan berupaya komunikasi dan kordinasi yang kuat dengan pihak ketiga salah satunya Cv Santia Makmur untuk mengatasi stunting dan giji kurang," ujarnya. [Rif]