Program Swabantu ODGJ, Puskesmas Dompu Barat Raih Penghargaan Tingkat Provinsi

Iklan Semua Halaman

.

Program Swabantu ODGJ, Puskesmas Dompu Barat Raih Penghargaan Tingkat Provinsi

Sabtu, 11 Mei 2019
Saat penerimaan piagam penghargaan di hotel Astoria Lombok-Mataram. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Terapkan program Swabantu dalam Penanganan pasien Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dilakukan UPT Puskesmas Dompu Barat, Kabupaten Dompu berhasil meraih piagam penghargaan dalam kompetisi Kelompok Budaya Kerja (KBK) tingkat Provinsi NTB tahun 2019.

Penghargaan itu diterima Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu Hj. Iris Juita Kastianti, S.Km, M.Kes saat pertemuan evaluasi pelaksanaan program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit P2P Dinas Kesehatan Provinsi di Lombok Mataram tepatnya di Hotel Astoria, Selasa (30/4) lalu.

Kepala Dikes melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular (P2PTM) dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Arifuddin, S.Km mengatakan, dalam Kasus bunuh diri dan ODGJ dalam program KBK Swabantu yang ditangani Puskesmas Dompu Barat berhasil melaksanakan dengan baik.

"Kelompok Swabantu ini dibentuk sekitar 2017 dengan tujuan satu orang sakit jiwa tadi bisa hidup dan layak seperti masyarakat biasa pada umumnya bisa hidup mandiri," jelas Arifuddin saat ditemui Berita11.com di ruang kerjanya, Jumat (10/5) pagi.

Menurut Arifuddin, kelompok Swabantu ini yang ditangani Puskesmas Dompu Barat sebanyak 30 orang sedangkan penderita ganguan jiwa total keseluruhan tercatat 132 orang dan diberikan kesempatan untuk mengikuti kursus agar mereka bisa hidup mandiri.

"Ada beberapa kegiatan dalam kelompok swabantu salah satunya kita sertakan orang gila yang sudah sembuh ini mengikuti kursus menjahit dan alhamdulillah lebih kurang tujuh bulan penderita gila sudah mendapatkan sertifikat maupun keterampilan," terang dia.

Dikatakan Arifuddin, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial untuk mendapatkan bantuan mesin jahit buat mereka yang sudah sembuh dari penyakitnya agar menjadi manusia seperti pada umumnya.

"Kedepan, kami sudah merencanakan untuk berkoordinasi dengan dinas terkait (Dinas Sosial, red) agar diberikan bantuan berupa mesin jahit, sehingga kedepanya penderita yang kami berdayakan ini bisa membantu dan menafkahi keluarganya," kata Arifuddin.

Sementara, Kepala Dikes Hj. Iris Juita mengatakan, sesuai dengan moto "Tidak ada sakit yang tidak bisa diobati dan jangan pernah memilihara sakit" untuk itu, dia berharap terhadap masyarakat jika ada yang sakit jangan takut untuk mendatangi Puskesmas terdekat lebih khusus para penderita sakit jiwa.

"Kami berharap pada seluruh lapisan masyarakat lebih khusus keluarga terdekatnya bila mana ada sanak keluarga, dan tetangga yang memiliki perubahan perilaku (ganguan emosional) segera mendatangi puskesmas yang terdekat terutama kepada penderita sakit jiwa," imbuhnya.

Dalam waktu dekat, Hj. Iris Juita menambahkan, pihaknya akan menghibau dan istruksikan pada seluruh Puskesmas di Kabupaten Dompu agar bisa mencontohi Puskesmas Dompu Barat lewat kelompok Swabantu.

"Setiap pasien ODGJ berat Dinas Kesehatan sudah menganggarkan wajib dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Kumala Sukma Propinsi NTB," tandasnya. [Rif]