Sikapi Insiden Jakarta, FUI Temui Kapolres Bima

Iklan Semua Halaman

.

Sikapi Insiden Jakarta, FUI Temui Kapolres Bima

Rabu, 29 Mei 2019
Kapolres Bima AKBP Bagus S Wibowo S.IK Menerima Pernyataan Sikap FUI dan Sejumlah Ormas Islam di Bima yang Diserahkan Ketua FUI Bima Ustadz Asikin bin Mansyur. Foto MR Berita11.com.


Bima, Berita11.com— Forum Umat Islam (FUI) Bima serta perwakilan Ormas Islam lainnya bertemu Kapolres Bima AKBP Bagus S Wibowo S.I.K untuk menyikapi berkaitan insiden Jakarta. Pertemuan berlangsung di Mako Polres Bima, Rabu (29/5/2019).

Ormas Islam dipimpin Ketua FUI Bima, Ustadz Asikin bin Mansyur. Adapun sejumlah perwakilan Ormas Islam yang juga turut hadir dalam pertemuan tersebut Ustadz Darman, Ustadz Iqrom, Ustadz Kusman, Ustadz Faisal, Ustad Awaludin, Ustadz Burhanudin dari Brigade Masjid serta perwakilan BEM STIH Bima, Dimas.

Ustadz Asikin bin Mansyur menjelaskan, perihal kehadiran pihaknya ke Mako Polres Bima bertemu Kapolres Bima untuk menyampaikan pernyataan sikap atas insiden penembakan dan penyerangan Masjid Al Akbar Tanah Abang Jakarta pada 21 Mei 2019 lalu.

“Kedatangan kami dari FUI dan perwakilan Umat Islam atas inisiatif dari rekan-rekan perwakilan Umat Islam Bima untuk kenyikapi kejadian di Jakarta yang telah memakan korban nyawa. Dengan adanya kejadiaan tersebut maka Umat Islam Bima dan elemen lain sudah banyak menyampaikan adanya korban nyawa dan korban luka dan kami sikapi melakukan pertemuan untuk menyampaikan pemikiran dan keluhkan Umat Islam Bima,” ujarnya.

Dikatakan,ya pihaknya dan Ormas Islam di Bima belasungkawa terhadap muslimin yang menjadi korban jiwa pada 21 Mei 2019 di Jakarta. 

“Nyawa seorang muslim terjaga darah dan kehormatannya, barang siapa  membunuh  jiwa seseorang tanpa membunuh jiwa yang lain atau melakukan kerusakan artinya membunuh jiwa seluruh dunia ini. Siapapun orangnya, baik itu musilmin atau kaum kafir pun kalau tidak melakukan pembunuhan haram hukumnya dibunuh,” ujar Ustadz Asikin.

Berkaitan insiden itu, FUI Bima dan perwakilan Ormas Islam di Bima merumuskan empat poin tuntutan yang diharapkan agar disampaikan Kapolres Bima kepada Kapolri, yakni mengutuk penembakan dan kekerasan menyebabkan delapan orang meninggal dan ratusan dirawat di rumah sakit.

Selain itu, mengutuk penyerangan di masjid sebagai tempat suci Umat Islam. “Kepada bapak Kapolri RI segera adili oknum-oknum pelaku penembakan dan penyerangan di masjid seadil-adilnya. Kepada bapak Kapolri RI hentikan tindkan reprensif terhadap rakyat,” kata Ustadz Asikin dalam pernyataan sikap FUI dan sejumlah Ormas Islam yang disampaikan kepada Kapolres Bima.

Pihaknya berharap kepada Kapolres Bima segera menyampaikan pernyataan sikap perwakilan Umat Islam Bima agar kepada Kapolri.

“Kejadian tersebut seharusnya tidak terjadi, kepolisian dalam hal ini harus menidaklanjuti dari pada tuntutan dari perwakilan Umat Islam. Jangan sampai keadaan semangkin mengerucut atas kejadian tersebut dan pihak kepolisian harus cepat mengungkap siapa yang membunuh saudara muslim di balik kejadian tersebut,” katanya.

Menyikapi tuntutan tersebut, Kapolres Bima AKBP Bagus S Wibowo S.I.K menyatakan apresiasi terhadap pernyataan sikap yang disampaikan FUI dan sejumlah Ormas Islam sebagai bentuk empati dari kaum muslimin di Bima. “Terkait kejadian itu dan sikap ini memang mendorong kita untuk menindaklanjuti segala permasalahan yang ada melalui jalar konstitusi yang ada,” katanya.

Kapolres berharap seluruh masyarakat lebih objektif dalam mendapatkan infomasi berkaitan perkebangan situasi  yang ada di Jakarta. Selain itu, pihaknya berharap masyarakat menahan diri dan tidak melakukan reaksi berlebihan.

“Kita bertahap kepada masyarakat  bersabar untuk menunggu perkembangan langkah-langkah tindakan yang dilakukan aparat kepolsian yang sekarang ini sedang menyelidiki dan mendalami fakta-fakta yang sebenarnya di balik kejadian tersebut. Terakhir kita ada beberapa orang yang ditangkap,  yang ditangkap itu ada dugaan rencana upaya penembakan beberapa tokoh penting di Indonesia, itu adalah sebagai upaya kita menangkap untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi,” katanya.

Bagus menjelaskan, perkembangan situasi setelah peristiwa 22 Mei di Jakarta, kondisi Kamtibmas Bima  aman tertib dan terkendali. “Sebagaimana masyarakatnya dalam beraktivitas normal seperti biasa,” katanya.

Ditambahaknya menyambut hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah, situasi Kabupaten Bima aman terkendali. Pihak kepolisian melaksanakan operasi ketupat. “Mulai hari ini  sudah kita berlakukan dan kita laksanakan selama 13 hari. Anggota sudah terback up sebanyak 250 anggota untuk di tempatkan di titik kegiatan masyarakat,” katanya. [MR]