Stop Caci Maki Pemerintah dan Aparat, Kabinda: Ramadan Momentum untuk Mengevaluasi Diri

Iklan Semua Halaman

.

Stop Caci Maki Pemerintah dan Aparat, Kabinda: Ramadan Momentum untuk Mengevaluasi Diri

Selasa, 28 Mei 2019
Kabinda NTB, H Tarwo Kusnarno SE M.Si saat Menyampaikan Sambutan pada Acara Harlah ke-85 Gerakan Pemuda Ansor yang Digelar di Desa Bonder Lombok Tengah, Selasa (28/8/2019). Kegiatan ini Diikuti Ratusan Orang Termasuk Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Tokoh Agama.


Praya, Berita11.com— Kabinda NTB, H Tarwo Kusnarno SE M.Si mengajak masyarakat Bumi Gora agar menjadikan Ramadan 1440 Hijriah tahun 2019 sebagai momentum untuk mengevaluasi diri. Semua pihak diharapkan menghentikan caci maki terhadap pemerintah dan aparat keamanan.

"Kita sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadan dan momentum ini mari kita jadikan untuk mengevaluasi diri, apakah puasa kita berjalan dengan baik dan Allah sendiri menuntut kita untuk merebut kebaikan,” katanya saat menyampaikan sambutan pada Harlah ke 85 Gerakan Pemuda Ansor yang digelar di Desa Bonder Lombok Tengah, Selasa (28/5/2019).

Menurutnya, ada kelompok masyarakat melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain pada bulan Ramadan. “Mencaci maki pemerintah, mencaci maki aparat dan membenturkan aparat keamanan, sehingga hal seperti ini perlu dievaluasi,” katanya.

Dikatakannya, saat ini informasi hoaks (fake news) terus beredar. Hal tersebut harus menjadi atensi masyarakat untuk mengecek kebenarannya,  setiap informasi jangan langsung dibagikan kepada orang lain. Namun dipastikan terlebih dahulu kebenarannya.

Beberapa contoh dampak buruk akibat penyebaran informasi sesat atau hoaks seperti yang terjadi pada Perang Dunia II, pemicu Jerman menyerang Polandia yang dipicu informasi sesat yang disebarkan pemimpin Nazi, Adolf Hitler. Hal serupa juga terjadi sebagai pemicu Amerika melakukan invasi terhadap Vietnam dan pemicu hancurnya Irak karena seolah-olah negara tersebut memiliki senjata pemusnah massal. Padahal itu adalah informasi hoaks yang hingga saat ini senjata itu belum ditemukan.

Untuk itu, pihaknya berharap agar masyarakat terus menyaring informasi yang diterima dan tetap waspada terhadap berita hoaks. “Kepada seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan,” pesannya.




Pada kesempatan yang sama, Danrem162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han mengatakan GP Ansor merupakan salah satu organisasi yang membentuk lahirnya TNI dan itu sudah dicatat oleh sejarah.

Semua mengetahui bahwa andil GP Ansor dalam ikut serta melahirkan TNI termasuk juga dunia luar sudah mengakui persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia itu kuat. Untuk itu, mari kita tetap jaga bersama,” ajaknya.

Pihaknya menyikapi berkaitan dengan adanya ikrar yang dilakukan tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) meminta referendum. Hal itu harus segera dicegah.  “Saya mengizinkan untuk demo melawan hal tersebut, silakan demo asalkan untuk hal-hal yang baik dan untuk GP Ansor mari ikatkan persatuan dan kesatuan demi tegaknya NKRI, karena NKRI harga mati,” katanya.

Sementara itu Waka Polda NTB Brigjen Pol M Tajudin M.Hum menjelaskan, secara umum situasi Kamtibmas  di wilayah NTB  kondusif. Kondisi itu berkat kerjasama semua elemen dan unsur serta intansi di wilayah NTB.

“Untuk itu, sebagai  bangsa yang sangat besar yang terdiri dari beragam etnis, adat istiadat serta budaya, maka persatuan dan kesatuan harus tetap dijaga. Kita tetap satu, hal tersebut karena dasar negara kita adalah Pancasila,” katanya.

Dirinya mengimbau semua pihak agar hidup saling menghargai dan bertoleransi sehingga situasi kondusif di wilayah NTB bisa tetap terjaga.

“Jagalah wilayah kita dengan kerukunan yang sudah berjalan selama ini, sehingga kita bisa membangun wilayah kita dengan baik,” ajaknya.
 
Adapun Ketua GP Ansor NTB H Zamroni Azis mengatakan Ansor selama pengabdian sudah 85 tahun di negeri ini, cukup berjasa bagi bangsa dan negara RI. Ansor sendiri berkomitmen tetap menjaga keutuhan NKRI sesuai dengan jargon penjaga ulama, penjaga NKRI.

“Karena sekarang ini sudah selesai Pemilu, kita kembali sila ketiga Pancasila yakni Persatuan Indonesia,” katanya.

Kegiatan perayaan Harlah ke-85 Ansor di Desa Bonder Lombok Tengah dihadiri 500 orang di antaranya Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han, Waka Polda NTB Drs Tajuddin, Kabinda NTB, H Tarwo Kusnarno SE M.Si, Rektor Universitas NU NTB, Kabagduk Ops Binda NTB, Kolonel Inf Andi Baso, Direktur IK Polda NTB, Kombes Pol Susilo, Direktur Binmas Polda NTB, Kombes Pol Beny Basyir,  Ketua GP. Ansor NTB, Zamroni Aziz, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, anggota GP. Ansor, Banser, Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto dan Sekretaris Mi6 Lalu Athari Fathullah serta undangan lainnya. [RD]