Tokoh Masyarakat Kabupaten Bima Ajak Semua Pihak Bersabar Menunggu Hasil Rekapitulasi KPU

Iklan Semua Halaman

.

Tokoh Masyarakat Kabupaten Bima Ajak Semua Pihak Bersabar Menunggu Hasil Rekapitulasi KPU

Kamis, 02 Mei 2019
Tokoh Masyarakat Kabupaten Bima, Imam Syuhadi SH .


Bima, Berita11.com— Tokoh masyarakat Kabupaten Bima, Imam Syuhadi SH mengimbau semua pihak agar bersabar dan memercayakan tahapan penyelenggaran Pemilu kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menurutnya, proses rekapitulasi penetapan dan penghitungan suara oleh jajaran KPU sudah berjalan transparan, jujur, adil dan demokratis. Kendati ada beberapa kendala, namun dapat diakomodir dan diselesaikan dengan baik, sesuai mekanisme yang ada.

Sesuai ketentuan yang berlaku dan amanat konstitusipun telah memandatkan kepada Komisi Pemilihan Umum  sebagai penyelenggara pesta demokrasi rakyat terbesar di negeri ini. Untuk itu, semua pihak harus menyerahkan urusan itu kepada penyelenggara Pemilu. Jikapun terdapat masalah atau catatan bisa memberikan input sesuai mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Dengan adanya kepercayaan publik (trust) kepada penyelenggara Pemilu, maka KPU dapat melaksanakan tugas dengan baik menyelesaikan tahapan Pemilu yaitu proses rekapitulasi suara. Sebagai warga negara yang baik dan taat terhadap prosedur Pemilu,  harus bisa menahan diri dan bersabar menunggu hasil pleno atau real count KPU. Karena jika terjadi provokasi, yang dirugikan justru masyarakat luas.

“Kita juga harus memberikan edukasi politik yang positif kepada masyarakat ke bawah agar memahami tahapan dan optimistis dan yakin dengan proses Pemilu yang telah berjalan. Tugas kita sekarang sama-sama mengawal, mengontrol, memastikan, dan menjamin stabilitas Pemilu tetap terjaga,” katanya.

Dikatakannya, semua pihak diharapkan mendorong integritas penyelenggara Pemilu sebagai motivasi dan dukungan dari rakyat. Karena mereka bekerja dan mengabdi untuk bangsa ini secara ikhlas dan jujur, menyelenggarakan Pemilu sehingga demokrasi terlaksana sesuai ekspektasi publik.

“Solidaritas demokrasi kita akan tetap terjaga dan kuat serta tidak bisa diintimidasi oleh kepentingan beberapa orang atau sekolompok golongan tertentu. Jika kita tetap mengikuti mekanisme yang ada dan menolak segala bentuk provokasi. Ini juga demi keberlangsungan cita-cita generasi yang akan datang,” katanya.

Dia menambahkan, trust dari masyarakat luas akan semakin menjadi penyemangat bagi penyelenggara untuk melaksanakan tugas dengan baik, sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Pemilu.

Pihaknya juga mengajak berbagai pihak untuk mendukung dan membantu tugas aparat keamanan TNI dan Polri dalam mewujudkan tahapan Pemilu hingga akhir yang aman dan damai.

Dikatakannya, masyarakat tidak boleh terpecah belah. Namun memperkuat persatuan dan kesatuan pasca Pemilu, demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Adapun Pilpres sudah selesai dan perbedaan pilihan adalah yang wajar, akan tetapi tidak wajar jika silaturahmi diputus gara-gara Pilpres maupun karena Pileg. Apalagi dalam waktu tak lama lagi umat Islam menyambut bulan suci Ramadan 1440 Hijriah tahun 2019, sehingga harus selalu menjaga silaturahmi, persatuan dan kesatuan serta tutur kata, tidak menyakiti satu sama lain. [AD]