TPID Kota Bima Siaga Mengawal Harga Komoditas Jelang Bulan Puasa dan Idul Fitri 2019

Iklan Semua Halaman

.

TPID Kota Bima Siaga Mengawal Harga Komoditas Jelang Bulan Puasa dan Idul Fitri 2019

Rabu, 01 Mei 2019
Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi SE Bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB,  Achris Sarwani Didampingi Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Bima, Drs Abdul Haris dan Asisten Setda Kota Bima, Drs H Alwi, M.Ap.


Kota Bima, Berita11.com—Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Kota Bima digelar di kantor Wali Kota Bima sebagai bentuk sinergitas TPID Kota Bima dalam persiapan menyambut bulan suci Ramadan dan Idul Fitri. TPID Kota Bima akan siaga mengawal harga komoditas menjelang bulan puasa dan Idul Fitri 1440 Hijriah tahun 2019.

Acara tersebut turut dihadiri Wali Kota Bima selaku tuan rumah dan Ketua TPID Kota Bima, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Bulog Divre Bima, Dinas Koperindag Kota Bima, Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bima, Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bima, Kepala BPS Kota Bima, BKMG, dan MUI.

Baca Juga:

Secara historis, inflasi di Kota Bima tahun 2018 terkendali yakni sebesar -0,38% (mtm) menjelang bulan Puasa pada bulan Mei 2018 dan 0,77% (mtm) menjelang Idul Fitri di bulan Juni 2018. Terjaganya inflasi di Kota Bima tidak terlepas dari upaya TPID Kota Bima dan OPD terkait dalam menjaga kestabilan harga, terutama di bulan puasa.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Perwakilan Bank Indoensia Provinsi NTB, Achris Sarwani, menyampaikan bahwa tujuan akhir dari pengendalian inflasi adalah menyediakan kebutuhan barang dan jasa untuk masyarakat dengan harga yang terjangkau.

Dikatakannya, dibutuhkan sinergitas antarOPD untuk menjamin empat hal yakni kesediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan komunikasi untuk menjaga persepsi masyarakat maupun pelaku usaha.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima, Muhammad Lutfi, S.E, sekaligus sebagai Ketua TPID Kota Bima menyampaikan ada banyak faktor penyebab inflasi. Namun, diharapkan dengan adanya sinergi antar OPD inflasi di Kota Bima dapat terkendali. Pemantauan harga akan terus dilakukan di tingkat pedagang dan distirbusi.

Baca Juga:

Selain itu,  juga perlu adanya upaya untuk menjaga ekspektasi baik konsumen maupaun pedagang di pasar melalui papan harga di pasar. Pada masa mendatang perlu dilakukan pengembangan pertanian dan peternakan untuk kemandirian bahan pangan mengingat adanya sejumlah kebutuhan bahan makanan yang masih didatangkan dari luar daerah.

Peran pemuka agama juga penting dalam menjaga ekspektasi masyarakat terutama dalam tingkat konsumsi. Sebagaimana yang disampaikan oleh Perwakilan MUI Kota Bima, bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk tidak makan dan minum berlebihan.

Anjuran Nabi Muhammad SAW bagi orang yang sedang berpuasa hanya butuh tiga buah kurma untuk mengembalikan stamina setelah berpuasa. Makan yang berlebihan juga dapat mengganggu kesehatan pada jangka panjang. [RD]