6.350 Sapi dari Bima Dikirim ke Jabodetabek

Iklan Semua Halaman

.

6.350 Sapi dari Bima Dikirim ke Jabodetabek

Senin, 24 Juni 2019
Sapi yang Dimuat dalam Truk Siap Dimuat dalam Kapal yang akan Dikirm ke Pelabuhan Banyuwangi. Ribuan Sapi dari Bima Dikirim untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat di Jabodetabek. Foto MR Berita11.com.


Kota Bima, Berita11.com— Sebanyak 6.350 ekor sapi dari Bima dikirim keluar daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat termasuk saat hari raya qurban Idul Adha 1440 Hijriah. Ribuan sapi tersebut dikirim melalui Pelabuhan Bima menuju Banyuwangi yang selanjutnya diangkut melalui darat menuju Jakarta, Bekasi, Tangerang dan Bogor (Jabodetabek).

Hal tersebut dibenarkan dokter hewan, Karantina Pelabuhan Bima, drh. Ardianto Candrawijaya.

“Kegiatan sekarang ini. kegiatan muatan hewan untuk ke Jakarta menggunakan kapal ternak hewan Madura tujuan Banyuwangi.  Setelah di Banyuwangi dibongkar  lalu via darat ke Jakarta rencana muatan sebanyak 370 ekor,” ujarnya kepada Berita11.com di kantor setempat, Senin (24/6/2019).

Dikatakannya, pengiriman ratusan sapi tersebut oleh salah satu perusahaan komanditer (CV) secara dokumen sudah lengkap. Baik rekomendasi pengeluaran dari dinas terkait maupun surat kesehatan hewan.

“Pengirim tersebut tergantung kapalnya. Kalau kapalnya cukup 350 ekor yang diizinkan dan ada beberapa yang sudah dilaporkan, sekarang yang digunakan ini untuk KM Camaran Nusantara 5 ada sekitar 4 SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan), sama izin atas nama CV Atamaha Jaya yang akan diberangkatkan hari ini,” ujarnya.

Jumlah sapi yang dikirim melalui pelabuhan Bima keluar daerah pada Senin (24/6/2019) sebanyak 370 ekor, sedangkan jumlah keseluruhan yang sudah dilaporkan kepada kantor Karantina Hewan sebanyak 6.350 ekor dari sejumlah perusahan.

“Jumlahnya 370, sedangkan jumlah keseluruhan yang akan dikirim yang sudah dilaporkan kepada Karangtina 6350 ekor dari beberapa CV  yang akan dilakukan tindakan Karantina dan diberangkatkan dengan tujuan Jakarta, Tangerang, Bogor,  Bekasi yang sudah masuk  ada beberapa CV yang sudah melaporkan SKKHnya,” ujarnya.

Selanjutnya, terhadap dokumen ribuan sapi itu akan diperiksa oleh Karantina sambil menunggu izin rekomendasi pengeluaran dari dinas terkait tingkat Provinsi NTB.   
Menurutnya, berkaitan pengeluaran rekomendasi bukan wewenang pihaknya.  Namun dikeluarkan instansi terkait, sehingga dapat dilakukan tindakkan Karantina.

“Sudah komplit, kita sudah bisa memberangkatkan hewan itu. Tergantung rekomendasi atau SKKH yang sudah dikeluarkan oleh dinas untuk pembagian kuota itu sendiri,” katanya.

Pihaknya tidak mengetahui jumlah kuota yang ditetapkan dinas. Akan tetapi pihaknya hanya menindaklanjuti rekomendasi  yang dikeluarkan instansi terkait. Kantor Karantina hanya memeriksa kelengkapan dokumen yang dibawa perusahaan penyalur hewan seperti rekomendasi dan SKKH. Jika itu sudah lengkap, artinya Pemerintah Provinsi NTB sudah mengijinkan perusahaan mengirim ternak keluar daerah. Adapun tugas teknis kantor Karantina seperti pemeriksaan kesehatan melalui pengambilan sampel dan pemeriksaan penyakit seperti anaplasma.

“Saya tidak tahu terkait kuota secara spesifik, tidak pernah masuk ke ranah sana. Karena  kami  sesuai Tupoksi,  hanya kesehatan hewan yang akan dilalulintaskan,” jelasnya.

Petugas Karantina Hewan Pelabuhan Bima. Foto MR Berita11.com.
Disebutkannya, untuk hewan yang dinyatakan sehat dapat dikirim keluar daerah. Apalagi sehubungan pengiriman untuk kebutuhan hari raya Idul Adha. “Ini sudah masuk 6 CV, sudah dilaporkan ke kami. Ternyata harga jualan di sana sangat tinggi. Sekarang ini petani sangat antusias dalam pengiriman,” ujar Ardianto.

Ia menambahkan, sejak tahun 2016, pengiriman hewan keluar daerah selalu ada peningkatan. Demikian halnya pada tahun 2018 lalu yang mencapai 8.100 ekor.”Untuk sekarang ini laporan yang masuk baru 6.350 ekor, mungkin ada akan penambahan lagi karena masih ada banyak mengurus masalah perizinan di dinas,” pungkasnya. [MR]