Anjing yang Gigit Tiga Warga Bolo belum Ditangkap, Stok Vaksin di Kabupaten Bima Menipis

Iklan Semua Halaman

.

Anjing yang Gigit Tiga Warga Bolo belum Ditangkap, Stok Vaksin di Kabupaten Bima Menipis

Selasa, 18 Juni 2019
Kondisi Luka Gigitan yang Dialami Korban Setelah Digigit Hewan (Anjing) Penular Rabies.


Bima, Berita11.com— Dinas Kesehatan (Dikes) sudah menangani korban gigitan anjing gila suspect rabies di Kecamatan Bolo dengan memberikan vaksin anti rabies (VAR). Namun anjing yang juga menggigit istri anggota legislator itu belum berhasil ditangkap, sehingga belum ada sampel otak anjing yang akan dikirim ke laboratorium di Denpasar.
Permasalahan lain penanganan kasus rabies di Kabupaten Bima yaitu stok VAR yang semakin menipis. Hingga Senin (17/6/2019) stok vaksin yang tersisa 90. Padahal setiap jiwa yang digigit anjing maupun yang potensial terpapar virus rabies harus diberikan minimal empat vaksin.
Hal tersebut diakui Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dikes Kabupaten Bima, Rifai M.Ap.
Dikatakannya, terhadap tiga korban gigitan anjing suspect rabies di Kecamatan Bolo, pihaknya telah memberikan VAR dan penanganan sesuai SOP, di antaranya pencucian luka pada air mengalir selama 15 menit. “Kalau untuk korban gigitan di Bolo kita sudah memberikan vaksin dan sudah ditangani sesuai SOP. Ketiganya tidak dirawat di rumah sakit karena memang tidak ada gejala sakit kepala dan panas,” ujar Rifai ketika dihubungi Berita11.com melalui sambungan Ponsel, Senin (17/6/2019).
Menurutnya, untuk memastikan tiga warga yang digigit anjing positif mengidap rabies harus dilakukan pemeriksaan lab terhadap sampel otak anjing yang mengggit. Untuk penanganan awal, VAR akan diberikan pada hari ketujuh dan pada hari 21. “Untuk sementara kita anggap sebagai suspect rabies. Karena untuk memastikan positif harus pemeriksaan lab. Pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan kita harapkan dapat menangkap anjing itu,” katanya.
Sesuai data Dikes Kabupaten Bima atau laporan gigitan hewan penular rabies (GPHR) per 11 Juni 2019, jumlah kasus GPHR Kabupaten Bima sebanyak 169 kasus ditambah tiga kasus terbaru di Kabupaten Bima dan empat kasus di Kecamatan Tambora. Sehingga total kasus gigitan di Kabupaten Bima sebanyak 176. “Saat kasus gigitan di Kecamatan Bolo kemarin, pada hari yang sama kami juga terima laporan gigitan hewan penular rabies (anjing) di Kecamatan Tambora,” ujarnya.
Kasus GPHR terbanyak di Kabupaten Bima terjadi di Kecamatan Sanggar 86 kasus. Pada wilayah tersebut Dikes telah memberikan vaksin 80 dosis, disusul Kecamatan Donggo 25 kasus, Madapangga 21 kasus. Tercatat jumlah pemakaian VAR di Kabupaten Bima 438 dosis, jumlah anjing yang dieliminasi 261 ekor, jumlah hewan penular rabies yang menggigit tercatat 150 ekor, jumlah kasus gigitan HPR berdasarkan golongan umur di bawah 15 tahun 81 kasus, sedangkan kasus yang diberikan Serum Anti Rabies (SAR) 24 kasus.
Rifai menyebut kendala utama penanganan kasus rabies di Kabupaten Bima yaitu persediaan vaksi yang terbatas. Hingga kini jumlah VAR di Kabupaten Bima hanya 90 dosis. Selain VAR, untuk penanganan korban gigitan di daerah sensitif di bagian  dada ke atas dibutuhkan Serum Anti Rabies (SAR).
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dikes Kabupaten Bima meminta bantuan VAR dari Pemerintah Provinsi NTB. selain itu, korban yang berada di wilayah terdekat dengan Dompu bisa disuntik di wilayah terdekat itu, ketika stok vaksin di Kabupaten Bima tidak tersedia.
“Kendala kami memang persediaan vaksi ynag memang terbatas. Sekarang tinggal 90 dosis, sementara setiap orang yang digigit memerlukan hingga empat dosis sehingga 90 dibagi empat,” ujarnya.
Rifai menambahkan, untuk upaya menekan kasus rabies di Kabupaten Bima diperluka upaya meminimalisasi keberadaan anjing. “Yang terpenting anjing dieleminasi, kalau anjing berkurang, korban yang digigit jgua berkurang,” ujarnya.
Belum lama ini, Pemkab Bima mengalokasikan anggaran Rp250 juta untuk Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, biaya penanganan hewan penular rabies dan bantuan Rp50 juta untuk Dikes membeli vaksin. [US]