Dua Remaja dan Istri Anggota DPRD Digigit Anjing Rabies

Iklan Semua Halaman

.

Dua Remaja dan Istri Anggota DPRD Digigit Anjing Rabies

Senin, 17 Juni 2019
Kondisi Korban Gigitan Anjing Rabies.


Bima, Berita11.com— Dua remaja warga Desa Rasabou Kecamatan Bolo Kabupaten Bima masing-masing berinisial HK (12 tahun) dan SL (15 tahun) digigit anjing yang diduga sudah terinfeksi virus rabies saat berada di kebun jagung di wilayah setempat, Minggu (16/6/2019). Tak hanya kedua remaja tersebut,  NR (39 tahun), ibu rumah tangga yang juga merupakan istri legislator juga digigit anjing gila tersebut.

Informasi yang diperoleh, insiden yang dialami kedua remaja tersebut bermula saat HK, korban pertama bermain di sekitar kebun jagung milik warga di Desa Rasabou Kecamatan Bolo. Saat itu, tiba-tiba datang seekor anjing yang menyerang dan menggigit tangan dan kaki korban. Melihat peristiwa tersebut, remaja lainnya berinisial SL berupaya menolong korban. Namun apes, bukannya berhasil menghalau aksi anjing, SL justru menjadi korban gigitan anjing tersebut.

Mengetahui peristiwa tersebut, sejumlah warga sekitar kesal dan beramai-ramai mengejar anjing hingga berhasil melarikan diri. Dalam pelariannya dari gempuran warga, anjing yang diduga sudah positif terpapar virus rabies itu semakin ganas dengan menggigit NR, IRT di Desa Rato Kecamatan Bolo. Saat itu korban pulang dari acara akad nikah kerabatnya.

Peristiwa naas tersebut dibenarkan warga Rasabou, Lukman. Pasca peristiwa gigitan anjing, ketiga korban dibawa ke Puskesmas Bolo. “Dari ketiga korban, yang lebih parah HS, ia harus menjalani penanganan lebih intensif,” ujar  Lukman di Bolo, Minggu (16/6/2019).

Meskipun anjing yang yang menggigit korban diduga kuat sudah terpapar virus rabies, Lukman masih berharap anjing yang menggigit belum terjangkiti virus tersebut.

Ia juga berharap Pemerintah Daerah serius menangani kasus virus rabies. Salah satunya dengan meminimalisasi keberadaan anjing yang berpotensi terjangkit virus rabies. Apalagi status daerah sudah dalam kondisi Kejadian Luar  Biasa (KLB).

“Karena bisa saja terjangkit virus rabies. Pemerintah harus menangani ini. Jangan sampai hal seperti ini terus berkembang,” katanya. [AD]