Gaji Guru-guru SMAN 2 Woja Rp30 Juta Diduga Dipakai Keperluan Pribadi Bendahara

Iklan Semua Halaman

.

Gaji Guru-guru SMAN 2 Woja Rp30 Juta Diduga Dipakai Keperluan Pribadi Bendahara

Sabtu, 15 Juni 2019
Kepala SMAN 2 Woja Chairil Alimin, S.Pd saat diwawancara awak media. Foto Rif

Dompu, Berita11.com - Sedikitnya 22 orang guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengajar di SMAN 2 Kecamatan Woja Kabupaten Dompu NTB, terpaksa gigit jari. Pasalnya, gajian mereka khusus bulan kemarin yang berjumlah kisaran Rp 30 juta diduga hangus dipakai untuk keperluan pribadi bendahara.

Kepala SMAN 2 Woja Chairil Alimin S.Pd saat ditemui awak media di ruang kerjanya mengaku, pihaknya sangat menyesalkan atas perlakuan bendahara yang berinisial S yang belum juga memberikan gaji kepada puluhan guru.

"Saya sebagai yang tertua di sini sangat menyayangkan atas perbuatan bendahara ini," ujar Chairil, Sabtu (15/6/2019) siang sekira pukul 11.00 Wita.

Selain gaji 22 orang guru, lanjutan Chairil, ia pun menjadi korban dalam hal ini, kata dia, pihaknya sudah pernah memanggil bendahara tersebut agar segera membayar dan memberikan hak-hak guru termasuk gajinya dia.

"Saya sudah pernah memanggil dia (Bendahara, red) untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dalam pertemuan itu saya membuat surat pernyataan yang diperkuat dengan materai enam ribu," terang Chairil.

"Intinya surat pernyataan tersebut bendahara akan membayar semua gaji guru pada hari ini Sabtu (15/6)" sambung dia.

Menurut Chairil, bendahara telah melanggar PP Nomor 53 dan persoalan itu, kata dia, pihaknya bakal melaporkan ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dikmen. Dan jika masalah ini tidak ada jalan penyelesaian, pihaknya akan menyerahkan segalanya pada guru-guru yang bersangkutan. Jika guru yang bersangkutan tempuhi jalur hukum semuanya tergantung pada guru yang bersangkutan.

"Saya tidak boleh mengintervensi terlalu mendalam karena ini bukan uang sekolah melainkan hak-hak guru yang dikelola oleh bendahara bila hendak melaporkan ke ranah hukum silakan saja dan saya pun tidak terlibat dengan persoalan ini,"  isyaratnya.

Sementara, salah satu guru yang juga korban, Abdul Saiman SH membenarkan, pihaknya juga belum terima gaji hingga saat ini dan pihaknya juga sangat menyangkan atas sikap dan prilaku bendahara yang mengambil gajinya tanpa seijin mereka.

"Benar, hingga saat ini kami belum menerima gaji, menurut dia, (bendahara, red) gaji kami sudah dipakai kepentingan pribadinya," kata Abdul Saiman sedikit gugup.

Secara terpisah, penuturan senada disampaikan Ibu Itam yang juga merupakan korban ditemui di kediamanya di selaparang Desa Matua mengatakan, pihaknya merasa heran terhadap bendahara yang sampai hari ini tidak ada kabarnya sementara sekarang sudah masuk pertengahan bulan Juni sementara gaji mereka belum juga dibayarkan.

"Saya heran sama bendahara, sampai sekarang gaji kami belum mau dibayar, ko uang gaji kami digunakan untuk keperluan pribadinya," ujar dia sedikit nada kesal.

Ia berharap agar gaji mereka segera mungkin untuk dibayar karena mereka pun butuh untuk keperluan keluarganya. "Mudah-mudahan gaji kami cepat terbayarkan, kami juga pun butuh," harapnya. [Rif]