Garda Doridungga Lare'u Berharap Polres Bima segera Bertindak

Iklan Semua Halaman

.

Garda Doridungga Lare'u Berharap Polres Bima segera Bertindak

Senin, 17 Juni 2019


Oleh: Gunawan HMS


Vox Populi, Vox Dei
Istilah Latin yang dicetuskan JJ Rousseau ini mengandung arti bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan.

Begitu populernya pepatah ini, sehingga kerap kali didengungkan pada saat masa-masa pemilihan umum. Mulai dari pemilihan presiden hingga pada proses pemilihan kepala desa sekalipun. Istilah di atas tetaplah disemarakkan. Namun, berbeda halnya ketika rakyat yang sudah terlanjur atau tertipu dengan provokasi, mereka tetap menyuarakan suaranya meski itu dinilai salah.

Berangkat dari istilah di atas, saya ingin menyampaikan perihal yang terjadi di Desa Doridungga Kecamatan Donggo Kabupaten Bima tepatnya di Dusun Mangge Na'e.

Kepada Yth; Bapak Kapolres Bima di Bima.
Teriring salam serta doa dan harapan, semoga bapak tetap dalam lindungan sang khalik. amin Ya Rabbal Alamin. Pasca-Pilkades diselenggarakan pada 20 Desember 2018 lalu, Desa Doridungga telah banyak Konflik yang terjadi. Hingga hari ini, tepatnya di Dusun Mangge Nae terpampang Spanduk yang bertuliskan “penolakan terhadap pemerintahan yang sah". 

Kuat dugaan kami, bahwa adanya spanduk tersebut disebabkan kalah dalam pesta demokrasi Pilkades kemarin. Kedua, ada beberapa oknum yang mencoba memprovokasi keadaan masyarakat sehingga terjadi konflik besar besaran di tingkat desa. Olehnya itu, kami mengimbau kepada bapak Kapolres Bima melalui Polsek Donggo agar spanduk tersebut segera diturunkan sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.

Spanduk yang Dinilai Dapat Membangkitkan Perpecahan dalam Masyarakat.
Pasca-Pilkades juga telah banyak terjadi konflik sosial dimulai dari perkelahian di dalam sarana ibadah (masjid),  hingga pada saling hujat antara kelompok pemuda dengan pemuda Desa Doridungga di Media Sosial (Facebook dan Whaatshaap). Ancamannya adalah kami menghawatirkan konflik ini akan membias hingga berujung pada perkelahian antarkelompok masyarakat/pemuda yang mengakibatkan korban luka maupun nyawa.

Apapun dalilnya, spanduk yang dipajang di jalan raya itu, tepatnya di Dusun Mangge Nae Desa Doridungga tersebut, kami menilai sangatlah bernuansa provokatif dan mengandung unsur makar. Sebab isi dari spanduk tersebut adalah menolak dan tidak menerima unsur pemerintahan yang sah konstitusional.

Dalam kurun waktu yang tidak bisa kami tentukan, apabila spanduk tersebut tidak segera diamankan oleh aparat kepolisian, maka dikhawatirkan ada beberapa warga masyarakat yang akan segera bertindak sendiri dan mencopot spanduk tersebut, sehingga konflik akan semakin meluas. Maka sekalilagi kami mengharapkan kepada Bapak Kapolres Bima segera melakukan tindakan sebelum persoalan semakin membias.

Besar harapan kami semoga pihak kepolisian segera bertindak agar suasana desa kami tetap aman, tentram dan kondusif.
Terimakasih.(*)