Kali Kedua, Mesin Pompa Air Milik SMPN 7 IT Dompu Diembat Maling

Iklan Semua Halaman

.

Kali Kedua, Mesin Pompa Air Milik SMPN 7 IT Dompu Diembat Maling

Minggu, 23 Juni 2019
Kondisi Jendela Ruangan Guru yang Dibobol Maling. Foto RIS

Dompu, Berita11.com - Kembali terjadi untuk kali kedua, mesin pompa air (Sanyo) milik SMPN 7 IT Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu NTB, diembat maling.

Informasi yang dihimpun Berita11.com melalui penjaga SMPN 7 IT Dompu Jufrin alias Amor, maling masuk dalam ruangan guru dengan cara membobol jendela. Peristiwa itu diketahui pagi tadi saat hendak mandi, sekira pukul 06.30 Wita.

"Saya mengetahui Sanyo tidak ada, berawal dari saya ingin mandi, ketika saya mau hidupin air, saya kaget melihat jendela sudah terbongkar dan kacanya tergeletak di bawah tanah di belakang ruangan guru. Lemudian saya cek Sanyo sudah tidak ada," kata Amor, Minggu (23/6/2019) siang.

Menurut Amor, kehilangan mesin Sanyo diperkirakan malam dini har. Sebab, sekira pukul 20.00 Wita, pihaknya sudah tiga kali melakukan pengecekan hingga tengah malam mesin tersebut masih ada ditempat.

"Sepulang dari Kempo sebelum isya, saya coba cek masih ada, hingga tadi malam sekitar pukul 12 malam, mesin itu masih ada, akhirnya, karena capek dari perjalanan jauh juga, saya tidur, mungkin setelah saya tidur orang curi mesin sanyo itu," ungkap dia.

Sebelumnya, lanjut Amor, bukan hanya mesin Sanyo yang diembat. SMPN 7 IT Dompu kerap kali terjadi kehilangan aset sekolah seperti barang-barang elektronik serta barang lainnya dan itu terjadi pada malam hari.
Tempat mesin pompa air sudut ruangan guru. Foto RIS

"Sudah banyak yang kehilangan barang-barang di sekolah ini, ada  komputer, CPU, dispenser, lampu penerangan (bola listrik, red) termasuk alat musik gitar dua unit, mereka (maling, red) curi pada malam hari setelah kami tidur," terang Amor.

Sementara Kepala SMPN 7 IT Dompu, Hasan, S.Pd mengatakan, pihaknya merasa resah karena sering terjadi kehilangan di sekolah setempat. Menurut dia, sekolah yang ia pimpin sudah tidak aman dari pencurian yang semakin merajalela.

"Kami telah upaya dengan semaksimal untuk mengamankan aset sekolah, kalau kehilangan yang dulu, tempatnya berada di luar ruangan, tapi sekarang kami sudah simpan di dalam ruangan, namun pencuri tetap nekat membobol jendela, pencuri ini semakin menjadi," ujar Hasan.

Ia menambahkan, pada Februari hal yang serupa juga terjadi. Maka dengan itu, pihaknya berharap kepada aparat kepolisian bisa melacak pelaku sehingga pencuri tidak mengulangi, dan jika dibiarkan tentu akan menyebar ke masyarakat lain.

"Selang beberapa bulan, sudah dicuri lagi, tentu hal seperti ini akan terus berulang dan merambat ke orang di sekitar, dimohon kepada pihak kepolisian untuk segera bertindak, sampai kapan harus seperti ini dan besok mengajukan laporan kehilangan," isyaratnya. [RIS]