Kepala OPD di Kota Bima Undur diri, Ada Apa?

Iklan Semua Halaman

.

Kepala OPD di Kota Bima Undur diri, Ada Apa?

Senin, 17 Juni 2019
Ilustrasi.


Kota Bima, Berita11.com— Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Bima, Drs Kaharuddin mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang dipimpinnya kepada Wali Kota Bima. Ada apa sampai Kasat Pol PP tersebut rela menanggalkan jabatannya?

Rupanya ada beberapa poin yang menjadi alasan utama Kaharuddin mengajukan surat pengunduran diri kepada Wali Kota Bima. Di antaranya lambannya Tim Mejilis Tuntutan PerbendaharaanTuntatan Ganti Rugi (TPTGR) Kota Bima bekerja menindaklanjuti laporan hasil pertanggungjawaban (LHP). Yaitu pembatasan tugas tahun anggaran 2019 terhadap Satpol-PP Kota Bima yaitu nomor LHP 09/11/2019 8 Mei 2019 dan Surat Kepala Satpol PP nomor 300/106.B/Sat PolPP KOBI/N/2019 tanggal 20 Mei 2019.

Menurut mantan Kepala Bagian Umum Setda Kota Bima ini, dirinya tak dapat melaksanakan tugas dan kepercayaan yang diberikan pimpinan karena karena Uang Persediaan (UP) Sat Pol PP Kota Bima yang telah dibelanjakan tidak dapat dipertanggungjawabkan atau tidak ada dalam Daftar Penggunaan Anggaran (DPA) tahun 2019 yaitu sebesar Rp243.400.000 dan pajak yang tidak disetorkan senilai Rp16.187.387 oleh bendahara pengeluaran atas perintah pejabat lama Kasat Pol-PP Kota Bima.

“Selama uang tersebut tidak segera masuk kembali ke kas Satuan Pol PP. Siapapun Kasatnya tidak akan bisa melaksanakan program dan kegiatan yang ada dalam DPA 2019, kecuali dengan SPJ fiktif,” ujarnya di kantor Sat Pol PP Kota Bima.

Selain permasalahan anggaran fiktir, Kaharuddin beralasan pengunduran dirinya untuk menghindari adanya kepentingan pihak tertentu yang dapat memengaruhi profesionalitas dan konsistensinya terhadap regulasi yang ada.  Menurutnya, hal itu telah menjadi komitmennya selama menjadi aparatur sipil negara.

Mantan pengurus KNPI Kabupaten Dompu yang pernah bertugas Penerangan Daerah ini mengaku selama 34 menduduki jabatan dan sebagai aparatur tidak pernah memiliki cacat atau temuan dari Inspektorat, BPK, BPKP maupun KPK. Hal itu yang menjadi semangatnya untuk memertahankan kepercayaan publik.

“Sebagai ASN yang profesional dan konsisten dengan peraturan perundang-undangan. Saya mengajukan pengunduran diri dan siap menjadi staf,” tandasnya.

Mantan calon Sekda Kota Bima ini juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima yang memberikan kepercayaan kepada dirinya mengemban amanah sebagai kepala Satuan Pol PP Kota Bima. hal itu menjadi spirit untuk melaksanakan amanah sebaik mungkin. Akan tetapi karena adanya permasalahan berkaitan masalah anggaran yang kosong membuatnya lebih baik mengundurkan diri.

Surat pengunduran diri ditandatanganinya tanggal 12 Juni 2019 dan diajukan dengan kesadaran penuh serta tanggung jawab moral dan yuridis. [AD]