Ketinggian Gelombang Perairan Utara Bima Capai 2 Meter, BMKG Imbau Nelayan Waspada Melaut

Iklan Semua Halaman

.

Ketinggian Gelombang Perairan Utara Bima Capai 2 Meter, BMKG Imbau Nelayan Waspada Melaut

Sabtu, 01 Juni 2019
Forecaster Stamet Sultan Muhammad Salahuddin Bima/ BMKG Bima, Laksita Widomurti. Foto US Berita11.com.


Bima, Berita11.com— Kondisi cuaca khususnya angin dan ketinggian gelombang di wilayah Bima dan Dompu sedang tidak bersahabat. Bahkan ketinggian gelombang yang biasanya berkisar paling tinggi 1-1,25 meter di Perairan Utara  Bima kini sudah mencapai dua meter. Untuk menghandari bahaya terhadap kondisi tersebut  Stasiun Meteorologi (Stamet) Sultan Muhammad Salahuddin/ BMKG Bima mengimbau nelayan untuk waspada dan menghindari melaut.

Forecaster Stasiun Meteorologi (Stamet) Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima- BMKG Bima, Laksita Widomurti menjelaskan, ketinggian gelombang Perairan Utara Bima dipicu kecepatan angin yang saat ini mencapai di atas 15 knot atau 10-30 kilometer per jam.

Kecepatan angin di atas normal disebabkan tekanan udara di wilayah Bima dan Dompu yang bergerak naik. Saat ini tekanan udara berkisar antara 1.012-1.014 pasca. Hal itu diperkirakan bertahan hingga beberapa hari ke depan.

Meningkatnya kecepatan angin juga menyebabkan  ketinggian gelombang di Perairan Selatan Bima mencapai 0,75-4,0 meter di Perairan Selatan Bima dan 1,0-5,0 meter di Perairan Samudera Hindia Selatan NTB.

“Kita mengimbau bagi nelayan yang biasa melaut di Perairan Utara Bima agar mewaspadai ketinggian gelombang saat ini yang mencapai dua meter. Kalau selama ini terpantau biasanya 1-1,25 meter,” ujarnya di Stamet Sultan Muhammad Salahuddin Bima.

Alat Pengukur Evaporasi Stamet Sultan Muhammad Salahuddin Bima. Foto US Berita11.com.

Secara rutin, setiap hari BMKG Bima mengeluarkan press release dan informasi cuaca yang disertai info grafik melalui  layanan media sosial facebook, whatsapp group (WAG), aplikasi dan website  serta broadcast SMS.

Selama beberapa hari terakhir evaporasi terpantau oleh Stamet meningkat seiring berkurangnya kelembaban dan meningkatnya kecepatan angin. BMKG mencatat adanya elnino lemah pasca transisi musim hujan. [US]