Minta Kepastian Hukum Oknum Polisi dalam Kasus Transaksi Mobil, AP-MM Demo Polres Dompu

Iklan Semua Halaman

.

Minta Kepastian Hukum Oknum Polisi dalam Kasus Transaksi Mobil, AP-MM Demo Polres Dompu

Senin, 10 Juni 2019
Massa aksi AP-MM saat orasi di depan Mapolres Dompu. Foto ist

Dompu, Berita11.Com - Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Madaprama (AP-MM) Kecamatan Woja Kabupaten Dompu NTB, Senin (10/6/2019) siang, melakukan aksi demonstrasi di Kepolisian Resor (Polres) Dompu.

Massa meminta kepastian hukum atas kasus tindakan kriminal dalam transaksi jual beli mobil yang diduga dilakukan seorang oknum Kepolisian yang bertugas di Mapolres setempat inisial AR.

Salah satu orator Ahmed dalam orasinya meminta Kapolres setempat AKBP Erwin Suwondo, S.IK, M.IK agar oknum yang terlibat dalam kasus tersebut diproses secara hukum sesuai aturan yang berlaku.

"Proses terhadap Depcolektor berinisial AB dan copot oknum polisi yang telah melanggar kode etik kepolisian. Dan telah melakukan perampasan  Mobil dengan nomor polisi  DR 8030 SA yang tidak memenuhi Prosedur Hukum yang berlaku," teriak Ahmed di atas mimbar orasi.

Menurut Ahmed, dalam transaksi yang dilakukan oknum kepolisian tersebut, telah melakukan jual beli mobil yang bertentangan dengan kitab Undang Undang Hukum pidana (KUHP) 480 yakni tindakan kriminal (Penadah) penyalagunaan wewenang dan penipuan terhadap korban A.

"Tindakan yang dilakukan oleh oknum kepolisian Resor Dompu berinisial HR, bertentangan dengan aturan serta Undang-undang (UU) Viducial UU Nomor 42 tahun 1999 setiap janji untuk melaksanakan eksekusi terhadap benda yang menjadi objek jaminan Viducial," terang dia.

Massa juga meminta Kapolres Dompu untuk memberikan pernyataan sikap terkait dengan kebohongan yang telah dilakukan AR kepada pihak korban. Kemudian, mereka juga meminta Kapolres untuk mundur dari jabatannya jika tidak mampu menyelesaikan kasus tersebut.

Setelah melakukan orasi secara bergantian, pihak dari Mapolres setempat tidak ada satupun menyikapi tuntutan massa aksi. Akhirnya, massa aksi tidak puas dengan hal itu, kemudian bergegas menuju Desa Madaprama selanjutnya melakukan blokade jalan. [Rif]