Perairan Calabai Dipenuhi Karung Bekas, Komppak dan Gampping Minta Syahbandar Ambil Sikap

Iklan Semua Halaman

.

Perairan Calabai Dipenuhi Karung Bekas, Komppak dan Gampping Minta Syahbandar Ambil Sikap

Minggu, 02 Juni 2019
Kondisi sampah karung bekas di sepanjang pesisir pantai dekat pelabuhan Calabai. Foto ist

Dompu, Berita11.Com - Sepanjang pesisir pantai di perairan Calabai dipenuhi sampah karung bekas bongkar muat jagung di pelabuhan setempat. Akibatnya, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komppak dan Organisasi Gampping beserta Pemerintah Desa Calabai Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu NTB, Senin (2/5/2019) pagi. mendatangi Kantor Syahbandar.

Kedatangan mereka dalam rangka meminta Syahbandar Pelabuhan Calabai untuk mengambil sikap agar segera mengeluarkan imbauan terhadap pembongkaran muat jagung di dermaga supaya tidak menyisakan sampah dan menjaga kebersihan agar pantai tetap terlihat indah.

Ketua LSM Komppak Christian yang berhasil dihubungi Berita11.Com mengatakan, sampah karung bekas setiap kali bongkar muat jagung tetap saja menyisakan sampah begitu juga dengan tahun-tahun sebelumnya, hal ini sering mereka menghimbau agar karung bekas bisa disimpan di satu tempat.
Pantai Calabai yang dipenuhi sampah karung bekas. Foto ist

"Sampah karung ada setiap tahun ketika ada aktivitas bongkar muat jagung dan kami LSM Komppak sering menghimbau agar karung tidak dibuang ke laut melainkan di kumpulkan pada satu tempat agar tidak berserakan dan kegiatan bongkar muat jagung tahun ini terulang lagi dan dalam satu Minggu sudah banyak yang terdampar di pantai dan nyangkut di terumbu karang," jelas dia.

Dikatakan Chris, untuk yang saat ini sudah terjadi, tentu tak bisa diabaikan begitu saja, akan tetapi harus dilakukan pembersihan. Dan tadi juga telah dibuatkan kesepakatan antara para buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dengan pemilik barang untuk melakukan kebersihan.

"Tadi sudah disepakati antara pihak TKBM dengan Ekspedisi atau pemilik barang untuk dibersihkan dan pihak Syahbandar tidak akan memberikan izin layar jika sampah akibat aktivitas bongkar muat tidak dibersihkan," beber dia.
Saat melakukan koordinasi dengan sejumlah TKBM dan Pemilik barang di ruang kantor Syahbandar pelabuhan Calabai. Foto hot ist

Chris menegaskan, jika masih saja terulang hal yang sama pihaknya mengisyaratkan, atas nama lembaga, akan bersurat kepada pemerintah untuk mencabut ijin Perusahaan Bongkar Muat (PBM).

"Jika tidak diindahkan, secara kelembagaan kami akan bersurat secara resmi ke pihak PBM dan perusahaan pemilik barang atau ekspedisi dan kami juga akan meminta ke pemerintah terkait untuk mencabut ijin PBM, dan memberi sangsi administrasi ke perusahaan atau ekspedisi yang melakukan kegiatan yang menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar," tegas Chris.

Sementara pegawai Syahbandar pelabuhan Calabai Andi dan Abdullah menyetujui hasil kesepakan dan mereka menegaskan jika masih terlihat sampah yang berserakan pihaknya tidak mengeluarkan ijin berlayar, dan kesepakatan itu disaksikan Pol Airud, TNI AL dan PemDes. [RIS]