Petahana IDP Masih Berpeluang Besar Memimpin Bima

Iklan Semua Halaman

.

Petahana IDP Masih Berpeluang Besar Memimpin Bima

Jumat, 14 Juni 2019
Muhammad Yamin. Foto ist

Bima, Berita11.com-- Persiapan kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 sudah di depan mata. Tak terasa perputaran waktu begitu cepat. Alhasil berbagai tokoh putra daerah Bima baik tingkat lokal maupun di tingkat nasional memprediksi Hj Indah Dhamayanti Putri, SE atau yang dikenal IDP masih berpeluang besar untuk memimpin Kabupaten Bima.

Hal itu dibeberkan dosen Pendidikan Kewarganeraan Akbid Harapan Bunda Bima dan STIKES Yahya Bima, Muhammad Yamin, pada Berita11.com, Jumat (14/6/2019) pagi.

Menurut dia, pada prinsipnya Pilkada merupakan hegemoni politik musiman yang diselengarakan lima tahun sekali, tentunya sudah sewajarnya setiap putra daerah yang memiliki potensi masuk menjadi barisan terdepan sebagai pemain kunci dalam pesta demokrasi yang akan datang.

"Putra Daerah yang memiliki potensi yang terdepan untuk menunjukan elektabilitas, kapasitas, dan kapabilitas dalam sebuah elektoral perpolitikan kontestasi pemilihan kepala daerah," ungkapnya.

Kendati demikian, lanjut Yamin, pada prinsipnya jika dinilai secara otoritas, refleksi sejarah bumi Ngaha Aina Ngoho (Dana Mbojo) tentunya dalam pertarungan tersebut petahana IDP masih menjadi gerbong kereta paling pertama jika dibandingkan dengan tokoh-tokoh lain.

"Akhir-akhir ini para petarung untuk merebut EA 1 memang banyak yang bermunculan, namun petahana IDP belum bisa dikalahkan. Kenapa demikian, karena angka partisipasi pemilih dana Mbojo sekitar 65 % masih dipengaruhi oleh faktor kedinastisan terhadap tuan dan hamba sahaya yang berasal dari filosofi sejarah Bima," terang dia.

Dikatakannya, hal itu tidak bisa dipungkiri, karena kalau melirik pada negara-negara yang menganut sistem monarki seperti inggris dan negara Timur Tengah lainnya. Kekuatan kepercayaan terhadap sang raja menjadi penyeimbang bagi kepentingan semua kalangan dan golongan.

"Dalam rangka menggali potensi kekuatan politik yang dimiliki oleh petahana, adakalanya petahana harus melirik tokoh pemuda putra daerah Bima, baik di tingkat lokal lebih-lebih paling pas di tingkat nasional yang sudah banyak pengalaman di birokrasi dan organisasi," ujarnya.

Alumni pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka Jakarta ini, juga menilai akumulasi dimensi politik dalam Pilkada kali ini sangat relevansi dengan prinsip one man one vote  sebagai proses pelaksana Pemilu yang jujur dan adil.

"Karena memberikan peluang bagi semua kalangan untuk tampil bertarung mejadi orang nomor 1 di bumi Ngaha Aina Ngoho. Pertarungan politik tersebut bukan menjadi masalah namun sebagai penyeimbang untuk memajukan dana Mbojo yang kita cintai lima tahun yang akan datang," pungkasnya. [RIS]