Petani Alami Gagal Panen dan Diduga Ijin Bermasalah, APRS Tolak Aktivitas CV Rora Indah Lestari

Iklan Semua Halaman

.

Petani Alami Gagal Panen dan Diduga Ijin Bermasalah, APRS Tolak Aktivitas CV Rora Indah Lestari

Rabu, 12 Juni 2019

Dompu, Berita11.Com - Keberadaan CV Rora Indah Lestari yang terletak di So Mada Kabu Keluarahan Simpasai Kecamatan Woja Kabupaten Dompu NTB membuat para petani di sekitarnya merasa geram.

Pasalnya, tanaman mereka seperti, Jagung, Padi, Kadelei dan Kacang Hijau sangat terganggu dengan masa pertumbuhannya.

Bahkan, para petani di sekitarnya sering mengalami gagal panen akibat aktivitas tambang galian C yang menimbulkan limbah atau debu hasil olahannya dapat meracuni tanaman para petani.

Tak hanya itu, kelengkapan secara administrasi perusahan yang cukup besar itu, selama beroperasi sudah satahun lebih diduga bermasalah yang dimana perusahan sebesar itu belum resmi mengantongi ijin PT dan masih berstatus CV.

Atas prihal tersebut, massa yang berjumlah kurang lebih 50 orang yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Renda dan Simpasai (APRS), Selasa (11/6/2019) pagi, melakukan aksi blokade aktivitas serta menolak aktivitas tambang galian C di tempat tersebut.

Salah satu Koordinator aksi Rio Sulistio yang merupakan petani yang berada di sebelah timur perusahaan tersebut mengaku, selama keberadaan CV Rora Lestari atau melakukan aktivitas tambang galian C, tidak pernah melakukan penandatangan surat pemberitahuan tentang hadirnya perusahan tersebut.

"Hingga saat ini, saya tidak pernah menandatangi ijin gangguan atau ijin tentang keberadaan CV galian C Rora Lestari ini," akuinya.
Aktivitas tambang galian C milik CV Rora Indah Lestari terhenti. Foto Ris

Menurut pria sapaan akrab Rio ini, berdasarkan informasi yang mereka peroleh bahwa ijin resmi sebagai PT atau kelengkapan administrasinya sampai saat ini masih dalam tahapan proses.

"Kalau memang sedang proses ijin PT nya, jangan dulu dijalankan aktivitasnya dong," kata dia.

Dikatakan Rio, aksi yang dilakukan ini merupakan kali ketiganya, namun pihak perusahan tersebut seolah tidak menanggapi atas keresahan para petani atau menemui massa aksi.

"Aksi yang pertama sudah kami sampaikan, bahwa petani di sekitar ini merasa resah dengan hadirnya galian C ini, kemudian aksi yang kedua kita dihadang oleh oknum pemilik perusahan ini, sampai kita cek-cok saat itu, dan diaksi yang ketiga ini pihak perusahan tidak mau menemui kami untuk memberikan tanggapan atas tuntutan kami ini," bebernya.

Agar tidak mengganggu tanaman para petani di sekitarnya, lanjut Rio, CV Rora Lestari harus melakukan pagar keliling arealnya yang seluas kurang lebih lima Heaktar itu dan mobil yang mengangkut bahan material tidak menggunakan mobil tronton.

"Kami berkeinginan bagaimana perusahan galian C ini bisa memagar keliling wilayah perusahan agar tidak terganggu tanaman para petani, kemudian bagaimana mobil tronton yang mengangkut bahan material bisa dibatasi mobilnya, jangan memakai mobil tronton karena jalannya tidak memenuhi kapasitas jalur tronton," pinta dia.

Hingga berita ini di turunkan, pihak CV Rora Lestari belum berhasil ditemui guna dimintai keterangan, meski pun berbagai upaya dilakukan. [RIS]