PIJ Bakal Dorong Pemda untuk Bangun Mushola di Samping Taman Kota Dompu

Iklan Semua Halaman

.

PIJ Bakal Dorong Pemda untuk Bangun Mushola di Samping Taman Kota Dompu

Sabtu, 15 Juni 2019
PIJ saat diskusi dengan sejumlah aktivis di peratalan taman kota Dompu. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Pahlawan Indra Jaya, SE atau sapaan akrabnya PIJ merupakan salah satu kontestan yang baru terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dompu mengatakan bakal mendorong Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk dibangunkan sebuah Mushola di samping Taman Kota Dompu sebagai sarana Ibadah bagi masyarakat pengunjung.

Hal itu diutarakannya saat diskusi dengan sejumlah aktivis di peratalan taman kota dompu, Selasa (11/6/2019) sore.

Menurut pria utusan dari Partai Nasdem Dapil 1 yang meliputi Kecamatan Dompu, Pajo dan Hu'u ini, pengunjung taman kota sangat kesulitan untuk melakukan ibadah shalat 5 waktu bila berada di tempat tersebut.

"Insya Allah nanti saya akan mendorong pemerintah terkait (DLH, red) Kabupaten Dompu untuk melakukan pembangunan Mushola di taman ini," ujarnya.

Taman yang buka dari pagi hingga malam ini, lanjut dia, sangat ramai pengunjungnya termasuk berkumpul dengan keluarga. Namun sangat disayangkan bila tidak ada sarana ibadah di tempat tersebut.

Hal itu juga membuat para pengunjung kesulitan untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim.

"Jarak Masjid atau Mushola yang ada di sekitar taman kota ini sangat jauh, jadi ketika ada Mushola di sini sangat mempengaruhi motivasi masyarakat untuk melaksanakan kewajiban sebagai Hamba Allah," kata PIJ.

Dikatakan PIJ, lokasi yang cukup dibilang ramai pengunjungnya begini tidak bagus jika tidak ada Mushola, dan pemerintah juga harus memperhatikan hal itu.

"Tentu keberadaan Mushola sebagai tempat sakral dan suci menjadi faktor utama yang harus diperhatikan oleh pemerintah sebagai sarana ibadah bagi pengunjung," bebernya.

Pria yang dikenal cukup ramah ini yang juga baru menerima mandat kepercayaan dari masyarakat melalui momentum diskusi bersama sejumlah pemuda aktivis dijadikan hal penting baginya yang harus dikembangkan. [RIS]