Polsek Pekat Sita BB Kayu Ilegal Loging, Diduga Dua Orang Oknum KPH Tambora Terlibat

Iklan Semua Halaman

.

Polsek Pekat Sita BB Kayu Ilegal Loging, Diduga Dua Orang Oknum KPH Tambora Terlibat

Senin, 03 Juni 2019
Kapolsek Pekat IPDA Abdul Malik, SH dan unit IK dan sejumlah warga saat cek kondisi di TKP. Foto ist

Dompu, Berita11.Com - Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Pekat Polres Dompu dipimpin Kapolsek IPDA Abduk Malik, SH beserta anggota unit IK dan Bhabinkamtibmas Desa Pekat menyita sejumlah barang bukti (BB) kayu ilegal loging dalam kawasan hutan penyanggah mata air di gunung Kadindi, Senin (3/5/2019) pagi.

Dari hasil bahan keterangan (Baket) yang diperoleh dari beberapa saksi, kegiatan penebangan liar kayu  jenis Na'a satu pohon, dan Kalanggo satu pohon yang telah di potong dan dibikin menjadi balok serta pembukaan lahan baru untuk dijadikan kebun tanaman kopi yang dimana di dalamnya terdapat tegakan pohon jenis campuran dan juga pohon sonokling diketahui ada dua orang oknum Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Tambora yang telibat dengan menyuruh dan mendanai kegiatan tersebut.

Kapolsek Pekat IPDA Abduk Malik, SH mengatakan, penyitaan tersebut berawal dari pengecekan lokasi dan tempat masyarakat melaksanakan penebangan kayu yang diduga masuk dalam kawasan hutan penyanggah mata air di kawasan gunung Kadindi.
Sejumlah BB yang berhasil disita. Dok. Suarakadindionline Blog Sport.

Selain anggota Kepolisian, pengecekan tersebut dilibatkan Kepala Desa Kadindi beserta seluruh Kepala Dusun Kadindi atas serta masyarakat lebih kurang 20 orang.

"Dengan adanya temuan tersebut kami berusaha mencari truk untuk mengangkut BB ke Polsek Pekat. Dan melakukan dokumentasi serta Pulbaket," ungkap Abdul Malik pada Berita11.Com.

Dengan adanya kegiatan tersebut, lanjut Abdul Malik, masyarakat merasa keberatan dan mengkhwatirkan kondisi hutan mengingat di Tempat Kejadian Perkara (TKP) merupakan daerah aliran sungai sebagai peyanggah mata air khususnya DAM Kadindi dan DAM Latonda.

"Di TKP adalah daerah mata air, dalam hal ini, perlu adanya proses lebih lanjut untuk mengetahui apakah lokasi penebangan kayu dan juga pembukaan lahan baru itu termasuk dalam kawasan hutan atau tidak, suapaya masyarakat tidak bertanya-tanya atau melakukan aksi protes terhadap KPH Tambora mengingat informasi yang beredar di masyarakat ada keterlibatan dua pegawai KPH Tambora," jelas dia.

Dilansir dari Blog Sport Suarakadindionline. Abdul Malik merasa geram atas tindakan terduga dengan inisial TJD pria 35 tahun yang telah melakukan penebangan liar di kawasan tersebut dan hal itu tentu akan merugikan masyarakat banyak.
Kapolsek Pekat IPDA Abdul Malik, SH saat berada di TKP. Dok. Suarakadindionline. Blog Sport.

"Anda mau tidak dikasi minum karena perbuatan bapak ini yang merugikan orang banyak" kata Abdul Malik kepada terduga pelaku sedikit nada keras saat dilakukan interogasi di Desa Kadindi.

Masih dilansir dari Blog Sport Suarakadindionline. Menjawab pertanyaan Kapolsek, TJD membeberkan beberapa oknum pelaku kejahatan ilegal loging dengan inisial W dan L-D. Ia mengaku hanya disuruh oleh pihak pemilik kebun tempat dia motong kayu tersebut.

"Saya cuma disuruh memotong kayu oleh pemilik kebun yang berbatasan dengan daerah aliran sungai yang katanya agar monyet tidak cepat masuk ke tanaman," ungkap TJD
Sejumlah BB masih di TKP. Foto ist

Tak sampai di situ, masih dari Blog Sport Suarakadindionline. Kapolsek beserta unik IK terus melakukan interogasi terhadap TJD dan akhirnya TJD mengungkapkan beberapa pelaku dari oknum KPH Tambora yang ikut terlibat dalam aksi pembalakan liar tersebut.

"Pelaku di balik ilagal loging ini saya membenarkan bahwa lebih dari satu oknum KPH Tambora yang terlibat," terang TJD. [RIS]