Sertifikat Dijanjikan Balik Nama, Ibrahim Malah Jadi Korban Penipuan Bank Pesisir Akbar

Iklan Semua Halaman

.

Sertifikat Dijanjikan Balik Nama, Ibrahim Malah Jadi Korban Penipuan Bank Pesisir Akbar

Senin, 24 Juni 2019
Potret Bank Pesisir Akbar. Foto AD 

Bima, Berita11.com - Setelah melunasi hutang yang pernah dipinjam dengan jaminan sertifikat, Pria separuh baya, Ibrahim 50 tahun, warga Samili Kecamtan Woha Kabupaten Bima NTB, diduga malah jadi korban penipuan pihak Bank Pesisir Akbar.

Pasalnya, sertifikat yang pernah dijaminkan tersebut pada saat pengambilan uang masih mengatasnamakan M. Said.  Namun, setelah dilakukan pelunasan, korban ingin berbalik nama menggunakan nama dirinya sendiri. Alhasil, setiap kali mendatangi pihak Bank tersebut hanya mendapatkan iming-iming saja.

Menurut informasi yang himpun Berita11.com melalui korban Ibrahim mengatakan, pihaknya melunasi hutang yang pernah dipinjam itu sudah sembilan bulan. Namun, hingga saat ini sertifikat yang dijanjikan balik nama itu belum juga dikembalikan oleh pihak Bank tersebut.

"Utang dengan jaminan sertifikat sudah kami lunasi, bahkan sudah Sembilan bulan lamanya," ungkap Ibrahim saat berada di Kantor Bank Pesisir Akbar Panda, Senin (24/6/2019) pagi.

Menurut Ibrahim, apa yang telah dilakukan pihak Bank Pesisir Akbar  sudah membuat dirinya kecewa sehingga dirinya merasa heran dan bertanya, apa alasan yang mendasar sehingga sertifikat miliknya belum juga dikembalikan.

"saya patut menduga, sertifikat kami tersebut sudah berpindah tempat alias telah dijadikan jaminan utang kepada pihak lain," Ibrahim menuding.

Ia menjelaskan, pada saat ingin mengambil sertifikat usai melunasi hutangnya, dirinya justru ditawari oleh salah satu karyawan Bank setempat dalam hal ini Kepala Operasional Rijal, dengan dalil balik nama berhubung sertifikat tersebut masih atas nama orang yang saat ini sudah berada diluar daerah.

Dengan adanya tawaran serta ada jaminan bisa diselesaikan, korban pun sepakat dengan tawaran itu.

"Janjinya sih sehabis lebaran sertifikat tersebut sudah beres, namun kenyataannya sampai hari ini belum ada kabar beritanya," ujar Ibrahim sedikit nada kesal.

Sementara, pada hari itu juga, pihak Bank Pesisir Akabar melalui Bagian pengawas, Syamsudin mengatakan, dirinya tidak bisa menjawab justeru dilempar kembali kepada Rijal.

Namun saat diminta untuk menghubungi si Rijal, malah tidak diangkat. Bahkan, Direktur Bank Pesisir Akbar juga tidak bisa dihubungi.

Hanya saja, pihak Bank tersebut melalui Syamsudin saat melakukan koordinasi pihaknya berjanji sertifikat tersebut akan diusahakan untuk dikembalikan paling telat besok.

"Kami usahakan, sertifikat itu paling telat besok (Selasa, 25/6 red) akan kami kembalikan," janji Syamsudin. [AD]