Tuntut Kejelasan Pemecatan Anang, ICi dan Bara Api Kembali Dobrak Bank Mandiri

Iklan Semua Halaman

.

Tuntut Kejelasan Pemecatan Anang, ICi dan Bara Api Kembali Dobrak Bank Mandiri

Rabu, 19 Juni 2019
Suasana dialog dalam ruangan Kasat Reskrim Polres Dompu, Foto Ris

Dompu, Berita11.com  - Kali keduanya, sejumlah aktivis yang tergabung dalam Insan Cita Instute (ICI) dan Barisan Rakyat Anti Penindasan (Bara Api) kembali mendobrak Bank Mandiri Cabang Dompu, Rabu (19/6/2019) pagi.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, bahwa dugaan kasus pemecatan karyawan atas nama Anang dinilai secara sepihak yang dilakukan pihak PT. Bank Mandiri Cabang Dompu NTB.

Namun sebelumnya, dua lembaga ini bersama pihak Bang Mandiri beberapa kali telah melakukan dialog. Alhasil, kedua belah pihak tidak pernah menemukan titik terang, hingga orasi dilakukan kali ini berakhir dengan berdialog di Mapolres Dompu yakni dalam ruangan Kasat Reskrim.

Dalam dialognya, penanggung jawab aksi Slamat Abadi Sentosa (Bdel) bersikeras untuk bagaimana Ijazah Anang dapat dikembalikan dan meminta pihak kepolisian agar membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi atas indikasi yang menurut mereka pihak Bank Mandiri telah manipulasi dokumen nasabah sebagai persyaratan untuk mendapatkan pinjaman uang kredit.

"Kami meminta untuk dikembalikan Ijazah saudara Anang, selain itu kami juga mempertanyakan tentang dana CSR dugaan kami PT. Bank Mandiri tidak pernah dikeluarkan sebagaimana yang tertuang dalam Undang-undang Persero terbatas, kami juga meminta pihak Kepolisian agar membentuk Tim khusus pencari fakta untuk mengungkap kejahatan yang tersistimatis yang terjadi di Bank Mandiri cabang Dompu," pinta Bdel.

Menjawab tuntutan para massa aksi, Direktur Utama PT. Bank Mandiri Cabang Dompu Hamza Amir menjelaskan, bahwa ijazah Anang tidak dalam pihak Bank Mandiri karena menurut dia, Anang sebagai pekerja sebagai tenaga outsourcing atau vendor, yang berstatus bukan pegawai yang dimiliki pihak Bank Mandiri, akan tetapi Anang merupakan tenaga kerja yang diambil dari perusahan tersebut.

"Anang hanya pegawai yang kami bayar melalui vendornya, jadi vendor yang merekrut dia, jadi kami tidak tahu terkait ijazah tersebut. Kemudian terkait dana CSR, disini kami punya bukti bahwa kami sudah pernah memberikan bantuan CSR kepada salah satu Sekolah disini pada tahun 2015 lalu, jadi apa yang dituduhkan itu tidak benar," ungkapnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Dompu AKP. Reza Fahmi SH, SIK. MH, yang mediator kedua belah pihak, pihaknya belum bisa memutuskan terkait persoalan tersebut, apalagi Kasar Reskrim belum sampai sebulan menjabat sebagai Kasat Reskrim di Mapolres Dompu, pihaknya meminta agar berikan waktu guna mempelajari atau mendalami persoalan tersebut. Namun jika ada yang mengandung unsur pidana pihaknya tidak keberatan.

"Saya belum bisa memutuskan sekarang apa yang menjadi harapan masing-masing, beri saya waktu dulu untuk mendalami masalah ini, tapi kalau ada yang tidak merasa puas hasilnya, silahkan masukan laporan jika terdapat ada unsur yang mengandung pidana dalam hal ini," ungkapnya. [RIS]