Tuntut Legalitas Karyawan, Aliansi Masyarakat Kandai Dua Demo PT 35 dan Blokade Jalan

Iklan Semua Halaman

.

Tuntut Legalitas Karyawan, Aliansi Masyarakat Kandai Dua Demo PT 35 dan Blokade Jalan

Minggu, 09 Juni 2019
Salah satu orator Heri Kiswanto saat berorasi. Foto ist

Dompu, Berita11.Com - Sejumlah pemuda aktivis dari aliansi masyarakat Kelurahan Kandai Dua Kecamatan Woja Kabupaten Dompu NTB, melakukan aksi demonstrasi di PT Lancar Sejati atau yang dikenal PT 35 serta melakukan blokade Jalan Lintas Dompu - Sumbawa, Minggu (9/6/2019) pagi.

Massa yang dikoordinir Edi Kurniawan dan Faturahman lebih kurang 50 orang ini, menuntut kejelasan status legalitas karyawan atau pekerja agar mereka berhak mendapatkan Jaminan sosial dan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) yang meliputi tentang kecelakaan kerja, kematian, hari tua hingga pemeliharaan kesehatan.

Hal itu, juga telah diatur dalam Undang-undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003, UU Nomor 03 tahun 1992, UU Nomor 01 tahun 1970, Ketetapan Presiden Nomor 22 tahun 1993, Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 1993 dan Peraturan Menteri Nomor 4 tahun 1993 dan Nomor 1 tahun 1998.
Massa aksi saat berdialog dengan salah satu perwakilan perusahan PT 35 di depan PT tersebut. Foto ist

Menurut massa aksi, jika pihak perusahan tersebut tidak mengindahkan atas apa yang menjadi tuntutan mereka, mulai hari itu juga mereka akan melakukan penyegelan dan diberhentikan aktifitas perusahan tersebut.

"Kami meminta pimpinan perusahaan agar segera hadir di depan kami untuk mengambil suatu keputusan atau negosiasi terbuka terhadap buruh dan masyarakat kandai dua," teriak Faturahman dalam orasinya.

Sementara, perwakilan perusahan tersebut Jainal Arifin, menyikapi tuntutan massa aksi bahwa pihaknya berjanji semua tuntutan massa aksi akan memberitahukan kepada pimpinan perusahan secepatnya.
Pembakaran ban bekas di  tengah ruas jalan tepatnya di lingkungan polo_ginte. Foto ist

"Insah Allah, tuntutan massa aksi akan kami sampaikan ke pimpinanan perusahaan dan kami minta waktu satu minggu untuk menyelesaikan permasalahan atas tuntutan ini," pinta Jainal Arifin terhadap massa aksi.

Usai melakukan negosiasi dan menghasilkan kesepakatan antara kedua belah pihak, sekira pukul 10.50 Wita, selanjutnya massa membubarkan diri dan arus jalan kembali normal.

Sebelumnya, sekira pukul 08.30 Wita massa berkumpul di depan perusahan tersebut sambil berorasi, kemudian, sekira pukul 08.40 Wita, massa membakar ban bekas di tengah jalan tepatnya lingkungan Polo-Ginte Kelurahan setempat dan sekira pukul 09.30 Wita, massa menutup atau menyegel pintu masuk perusahaan tersebut. [RIS]