50 Lobster Undersize Dilepas Liar di Pantai Lakey -->

Iklan Semua Halaman

.

50 Lobster Undersize Dilepas Liar di Pantai Lakey

Saturday, July 20, 2019
Kepala SKIPM Bima Ridwan, S.St.Pi Didampingi Pejabat DKP Kabupaten Dompu dan Bhabinkamtibmas Desa Hu'u Melepas Liar 50 Lobster Undersize di Lakey Kecamatan Hu'u Kabupaten Dompu, Kamis (18/7/2019). Puluhan Lobster Tersebut Merupakan Hasil Operasi Pencegahan Petugas SKIPM Bima saat Hendak Dikirim ke Bali Melalui Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima Beberapa Waktu Lalu.


Bima, Berita11.com— 50 lobster di bawah ukuran standar yang diperbolehkan (undersize) dilepas liar oleh petugas Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Bima bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Dompu di Lakey Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu, Kamis (18/7/2019) lalu.

Selain petugas SKIPM Bima dan DKP, pelepasan 50 lobster undersize juga diikuti Camat Hu’u dan Bhabinkamtibmas Desa Hu’u.

Kepala SKIPM Bima Ridwan, S.St.Pi menjelaskan, pelepasliaran lobster undersize tersebut masih menjadi bagian rangkaian Bulan Bakti Karantina Ikan  yang dilaksankan di Pantai Lakey Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu.

“Lobster yang dilepasliarkan merupakan hasil pencegahan yang dilakukan petugas karantina saat melakukan pengecekan pengiriman lobster yang akan dilalulintaskan menuju Denpasar Bali. Petugas karantina melakukan pengecekan satu per satu lobster yang akan dilalulintaskan menggunakan pesawat,” jelas Ridwan seperti dikutip Kasubseksi Wasdalin SKIPM Bima, Agus Priyantoro melalui press release yang dikirim ke media, Kamis (18/7/2019) lalu.

Ridwan menyatakan, pihaknya berkomitmen melestarikan sumber daya ikan agar keberlanjutan, sehingga potensi perikanan dapat dinikmati generasi mendatang.
Menurutnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) sangat konsen menjaga keberlanjutan sumber daya lobster dengan melakukan pencegahan pengiriman lobster yang tidak sesuai dengan peraturan.


Penangkapan lobster diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (Panulirus spp), Kepiting (Scylla spp), dan Rajungan (Portunus spp) dari Wilayah Negara Republik Indonesia.

Di dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa penangkapan lobster yang diperbolehkan adalah tidak boleh bertelur, ukuran panjang karapas di atas 8 cm atau berat di atas 200 gram per ekor.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Pesisir dan Pulau–Pulau Kecil, DKP Kabupaten Dompu, Kata Nurkumala, S.Pi mengatakan, pihaknya sering mensosialisasikan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016 kepada nelayan di wilayah setempat.

“Kami selalu datangi mereka yang melakukan illegal fishing, destructive fishing. Kita berikan pembinaan dan penyadaran terhadap nelayan,” jelas Nurkumala.

Ditambahkannya, keberlanjutan(sustainability) sumber daya perikanan merupakan salah satu misi KKP RI yaitu mewujudkan pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan untuk  kesejahteraan masyarakat. [RD]