890 Maba UNRAM Terima Materi tentang Ketahanan Nasional dan Bela Negara dari Kasiter Korem 162/WB

Iklan Semua Halaman

.

890 Maba UNRAM Terima Materi tentang Ketahanan Nasional dan Bela Negara dari Kasiter Korem 162/WB

Kamis, 11 Juli 2019
Kasiter Korem 162/WB, Letkol Ar Budiono saat Menyampaikan Materi tentang Ketahanan Nasional dan Bela Negara kepada Peserta PKKMB Tahun 2019 UNRAM, Rabu (10/7/2019).


Mataram, Berita11.com— Sebanyak 890 mahasiswa baru (Maba) yang merupakan peserta Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2019 Universitas Mataram (UNRAM) menerima materi tentang ketahanan nasional dan bela negara dari Kasiter Korem 162/WB, Letkol Arh Budiono.

Proses pembekalan Maba dilaksanakan di Auditorium Abubakar Unram, Rabu (10/9/2019). Selain peserta PKKMB, pembekalan juga diikuti pembina dan pengasuh kegiatan.

Letkol Ar Budiono menjelaskan materi pembekalan untuk Maba tersebut diberikan berdasarkan permintaan dari Rektorat Unram kepada Korem 162/WB khususnya berkaitan ketahanan nasional dan bela negara. Harapannya, para Maba mengetahui tentang ketahanan nasional dan bela negara.

 “Terkait dengan ketahanan nasional dan bela negara sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang di dalamnya juga sudah diatur tentang komponen utama, komponen cadangan dan komponen pendukung,” ujar Budi sapaan akrab Kasiter Korem 162/WB.


Dijelaskannya, dalam pasal 9 undang-undang tersebut disebutkan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara. Di mana keikutsertaannya dapat dilakukan melalui pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran secara wajib, pengabdian sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara sukarela atau secara wajib, dan pengabdian sesuai dengan profesi.

 “Kita berharap ke depan agar adik-adik mahasiswa ini menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki integritas, kredibilitas dan profesional menjadi seorang pemimpin yang mampu membangun negaranya dalam persaingan global,” pungkasnya. [MR]