Banyak Koperasi tidak Sehat di Kabupaten Bima, 30 Pengawas Dilatih

Iklan Semua Halaman

.

Banyak Koperasi tidak Sehat di Kabupaten Bima, 30 Pengawas Dilatih

Selasa, 30 Juli 2019
Suasana Diklat Pengawas Koperasi yang Digelar Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bima di Aula Hotel La Ila Kota Bima.


Bima, Berita11.com— Banyak koperasi di wilayah Kabupaten Bima dalam kondisi tidak sehat keuangan karena tidak melaksanakan seluruh AD/ART secara sempurna. Padalah permasalahan tersebut tidak akan terjadi jika perang pengawas koperasi maksimal.

Untuk memastikan peran para pengawas koperasi, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bima kembali menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) yang dilaksanakan Aula Hotel La Ila Kota Bima, Senin (29/7/2019).

Kegiatan tersebut diikuti 30 pengawas koperasi di Kabupaten Bima.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bima Iwan Setiawan SE mengatakan, pengembangan pemberdayaan keberadaan koperasi dan UKM sangat penting guna meningkatkan pembangunan perekonomian masyarakat.

Menurutnya, koperasi merupakan suatu badan usaha yang berbadan hukum yang mempunyai kepentingan yang sama meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat pada umumnya. “Sebagai soko guru perekonomian Indonesia, koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan,” katanya.

Koperasi sebagai unit usaha bersama sangat sesuai dengan keperibadian bangsa indonesia. Oleh karena itu, koperasi perlu dikembangkan oleh masyarakat dalam rangka menegakkan perekonomian nasional. Selain itu, pendirian koperasi sebagai pewujudan ekonomi sesuai penjelasan pasal 33 UUD 1945.

Dikatakannya, pengawas sebagai salah satu alat kelengkapan dalam koperasi memegang peranan dalam menentukan kesehatan jalannya usaha yang dikelola oleh pengurus. Pengawas adalah perangkat organisasi yang mendapat kuasa dari rapat anggota untuk mengawasi pelaksanaan keputusan rapat anggota yang khususnya menyangkut organisasi, kelembagaan, pendidikan, serta penyuluhan.


“Untuk itu, koperasi harus menjalani pemeriksaan secara periodik oleh pihak intern koperasi, yaitu pengawas. Seorang pengawas diupayakan memiliki kemampuan dalam bidang akuntansi, mengingat pengawas harus melaksanakan fungsi audit, konsultasi dan manajemen. Demikian pentingnya peran Pengawas Koperasi tersebut,” katanya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bima Ir H Nurdin mengatakan pertumbuhan koperasi selalu bergantung keadaan organisasi dan usaha, juga tidak dapat lepas dari lingkungannya.

“Untuk daerah-daerah di mana iklim untuk pertumbuhan koperasi cukup menguntungkan dan mendorong, maka koperasi di daerah tersebut akan dapat hidup cukup subur. Tetapi di daerah-daerah yang iklimnya kurang menguntungkan pertumbuhan dan perkembangan koperasi, tidaklah aneh bila koperasi-koperasi di daerah tersebut mengalami banyak hambatan untuk mengembangkan dirinya dengan baik,” kata Nurdin yang mewakili Bupati Bima pada acara Diklat pengawas koperasi tersebut.

Dikatakannya, Diklat pengawas koperasi sangat penting. Karena pengawasan merupakan tindakan terhadap kegiatan untuk mengetahui hasil pelaksanaan, kesalahan, kegagalan, sehingga dapat dilaksanakan perbaikan dan mencegah terulangnya kembali kesalahan tersebut.

“Sebenarnya tugas pengawas bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan untuk menjaga agar kegiatan yang dilaksanakan oleh koperasi sesuai dengan keputusan rapat anggota,” katanya.

Nurdin mengatakan, apabila menemukan kesalahan, maka pengawas perlu mendiskusikanya bersama pengurus sehingga dapat menempuh tindakan tepat.
“Jika salah satu bagian dalam organisasi menuju arah yang salah, para manajer berusaha untuk mencari sebabnya dan kemudian mengarahkan kembali ke jalur tujuan yang benar dengan memberikan rekomendasi solusi untuk perbaikan selanjutnya,” ujarnya.

Menurutnya, pemeriksaan sebaiknya dilaksanakan setiap bulan sehingga memudahkan pelaksanaan pemeriksaanya oleh pihak intern atau pengawas. Selain itu, pengawas diupayakan harus mempunyai bekal pengetahuan tentang akuntansi.

Sesuai rencana Diskop UKM Kabupaten Bima, Diklat pengawas koperasi dilaksanakan tiga  29-31 Juli 2019 di Aula Hotel La Ila Kota Bima. [MR]