Distribusi Pupuk Subsidi di Dompu Makin Berkurang, Ini Paparan Kasi Lahan Irigasi dan Pembiayaan -->

Iklan Semua Halaman

.

Distribusi Pupuk Subsidi di Dompu Makin Berkurang, Ini Paparan Kasi Lahan Irigasi dan Pembiayaan

Thursday, July 25, 2019
Kasi Lahan Irigasi dan Pembiayaan Distabun Kabupaten Dompu. Foto RIF


Dompu, Berita11.com - Pendistribusian stok pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Dompu NTB dari tahun ke tahun bukannya meningkat tetapi semakin berkurang.

Hal itu dipaparkan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distabun) Kabupaten Dompu melalui Kepala seksi (Kasi) Lahan Irigasi dan Pembiayaan Awad, SP saat ditemui diruang kerjanya pada Kamis (25/7/2019) siang.

Menurut Awad, sejak tahun 2016  lalu hingga saat ini, pendistribusian pupuk masih belum mampu mencukupi kebutuhan para petani yang tergabung dalam Kelompok tani (Koptan) yang tersebar di delapan Kecamatan.

"Sebenarnya kebutuhan pupuk sebanyak 32 ribu ton pertahunnya pupuk urea, sementara alokasi dari pusat dan provinsi dari tahun ke tahun berkurang. Dan Tahun 2019 hanya 16 ribu ton pupuk urea," bebernya.

“Jika dibandingkan dengan luas areal sawah tanah hujan dan irigasi sebanyak 25,906 Hektar yang dimiliki para petani sebanyak 148 kelompok ini belum mampu mencukupi kebutuhan mereka,” sambungnya.

Awad menjelaskan, berdasarkan data sejak tahun 2016 sampai 2019. Lahan tersebut dipakai untuk menanam Padi, Jagung dan Kedelai. Sementara, pupuk bersubsidi yang dialokasikan di delapan Kecamatan pada tahun 2018 adalah Pupuk urea 16, 496,99 ton. SP36. 451,00 ton, ZA.1, 202, 00 ton. NPK. 6, 712, 00 ton dan Organik. 557,00 ton.

“Sampai saat ini ketersediaan pupuk tidak mampu memenuhi jumlah luas lahan pertanian yang ada di Kabupaten Dompu ini,” jelasnya.

Kendati demikian, lanjut Awad, Perlu dilakukan pemetaan jumlah ril petani termasuk luas lahannya hal itu agar bisa diketahui berapa jumlah pupuk yang dibutuhkan petani. Dan terhindar dari pengambilan jumlah jatah pupuk melebih luas lahan yang dimilikinya.

Ia menyebutkan, harga pupuk juga kerap menjadi masalah bahkan harganya bisa berbeda ketika pupuk sudah berada ditangan pengecer pupuk.

“Jadi karena kekurangan ketersediaan pupuk, petani mau tidak mau, membeli pupuk dengan harga yang tinggi dan berbeda dengan standar harga yang sebenarnya,” tandasnya.

Wajar saja, ia menambahkan, dalam setiap tahun kendala yang dialami para petani yang ada di delapan kecamatan ini adalah kelangkaan pupuk sehingga sempat terjadi pertikaian antara warga.

“Kelangkaan pupuk sering terjadi dan menimbulkan masalah yang cukup serius di tengah masyarakat. Bahkan menimbulkan kejadian penghadangan truk pengakut pupuk oleh para petani yang merasa kekurangan pupuk,” terangnya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginka, Awad kembali menegaskan, tentu perlu adanya pengawasan secara intens terhadap aktivitas distributor yang ada di delapan kecamatan. Sebab, menurtut dia, sebelum pupuk hadir di dompu sudah banyak petani atau pedagang yang memesan pupuk atau membayar lebih awal.

“Disaat pupuk datang, distributor beralasan ketersediaan pupuk sudah habis, karena bisa dipesan duluan, hal itu perlu ada pengawasan yang ketat,” tegasnya

Sementara,tugas dan tanggung jawab Bidang Sarana dan Prasarana Distabun Kabupaten Dompu selaku penyedia sarana dan prasarana sebelum aktivitas budidaya, seperti ketersediaan lahan, air, pupuk dan alat mesin pertanian. Bahkan menyediakan perangkat Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Pada kesempatan ini, Awan membeberkan lima distributor yang tersebar di delapan kecamatan antaralain, CV Bintang Mas, La Hilla, Utan Putri, Sumber Alam dan CV Santya Makmur. [RIF]