DKP: Harga Garam Bima Anjlok karena Kualitasnya Buruk!

Iklan Semua Halaman

.

DKP: Harga Garam Bima Anjlok karena Kualitasnya Buruk!

Sabtu, 13 Juli 2019

Petani Garam di Wilayah Woha Kabupaten Bima.

Bima, Berita11.com— Harapan petani tambak di Bima untuk meningkatkan taraf hidup masih harus melewati jalan panjang. Setahun terakhir penjualan garam Bima lesu. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) menyebut anjloknya harga garam Bima karena kualitasnya yang buruk, tidak sesuai standar perusahaan pengambil (perangkul) garam Surabaya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima, Ir Hj Nurma mengatakan umumnya kualitas garam Bima di bawah kategori K2 di bawah 40 persen sehingga tidak diambil perusaan perangkul garam Surabaya.

“Bukan tidak ada yang membeli garam, tetapi karena perangkul Cuma ada di Surabaya sehingga kita harus kirim ke Surabaya untuk K1 dan K2, sedangkan di Bima yang kualitas K2 baru 40 persen. Sisanya masih  banyak yang K3,” kata Nurma belum lama ini.

Menurutnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Bima tetap berupaya meningkatkan kualitas garam Bima dengan memberikan sejumlah bantuan kepada petani seperti proses geoisolator.

Pemda Bima juga akan mendorong PT Garam Surabaya menyiapkan tempat menyimpan garam di Bima dengan menyiapkan gudang yang disewa di Bima. “Kita akan menyiapkan tempat penyimpanan yang disewa,” ujarnya.

Diisyaratkannya, Pemda Bima juga sudah mengajukan permohonan bantuan kepada Pemprov NTB dan pemerintah pusat untuk membantu menyiapkan gudang pencucian garam Bima sehingga kualitasnya dapat naik K2 hingga K1. 

“Itu juga sekaligus untuk bisa mencapai garam industri. Kalau menggunakan perangkul Surabaya itu harganya bisa sampai Rp1.300 per kilogram, tetapi masalahnya kan perusahaan garam Surabaya tidak  dapat (mau) membeli garam Bima krena volume dan kualitasnya belum banyak,” kata Nurma. [US]