FGRAT Desak PT Bunga Raya Angkat Stone Crusher dan Hentikan Penggalian Andesite

Iklan Semua Halaman

.

FGRAT Desak PT Bunga Raya Angkat Stone Crusher dan Hentikan Penggalian Andesite

Sabtu, 13 Juli 2019
Suasana Aksi Massa Front Gerakan Rakyat Anti Tambang (FGRAT) Desa Sai Kecamatan Soromandi Mendesak PT Bunga Raya Menghentikan segala Bentuk Penambangan dan Pengolahan Batuan di Desa Setempat, Sabtu (13/7/2019).


Bima, Berita11.com— Sejumlah pemuda yang menamakan diri Front Gerakan Anti Tambang (FGRAT) Desa Sai Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor desa setempat, Sabtu (13/7/2019). Massa mendesak perusahaan konstruksi jalan raya tersebut menghentikan segala kegiatannya penggalian andesite dan sirtu (pasir batu).

Adapun tuntutan utama massa mendesak PT Bunga Raya menghentikan segala aktivitas dan hengkang dari Desa Sai serta membawa keluar instalasi stone crusher dan seluruh alat berat milik perusahaan.

Aksi unjuk rasa FGRAT dipimpin oleh koordinator aksi, Jaidun. Dalam pernyataan sikapnya FGRAT mengeluarkan dua desakan yaitu  meminta PT  Bunga  Raya, mulai Sabtu (13/7/2019) menghentikan segala aktivitas penambangan maupun pemecahan batu menggunakan stone crusher yang dinilai mencemari lingkungan di desa setempat.

Sementara itu, pihak PT  Bunga  Raya  meminta  waktu  satu  bulan  mengangkat  alat  berat  yang ada  di lokasi  penambangan menggunakan tronton.


Aksi massa dikawal sejumlah anggota Polsubsektor Soromandi yang dipimpin pelaksana harian Kepala Subsektor Soromandi IPDA Sudarto. Setelah aksi di kantor Desa Sai, massa berjalan kaki menuju crushing plant PT Bunga Raya.

Hal tersebut dibenarkan Kasubag Humas Polres Bima, IPTU Hanafi. Informasi yang diperoleh Berita11.com, sempat terjadi ketegangan antara massa dengan aparat menjelang pukul 12.00 Wita saat massa ngotot mendesak pihak PT Bunga Raya langsung “angkat kaki” hari ini dari Desa Sai.

Seperti diketahui sebelumnya, massa FGRAT adalah kelompok masyarakat Desa Sai yang getol menolak segala bentuk tambang termasuk pasir besi yang ada di wilayah setempat. [MR/US]