FUI Bima Desak Ibu Pembawa Anjing di Masjid Sentul City Bogor Diproses Seadil-adilnya

Iklan Semua Halaman

.

FUI Bima Desak Ibu Pembawa Anjing di Masjid Sentul City Bogor Diproses Seadil-adilnya

Sabtu, 06 Juli 2019
Ketua FUI Bima Ustadz Asikin bin Mansyur Membacakan Pernyataan Sikap Umat Islam Menyikapi Kasus Penistaan Agama di Masjid Sentul City Bogor. Foto MR Berita11.com.


Kota Bima, Berita11.com— Forum Umat Islam (FUI) Bima  meminta ibu pembawa anjing ke Masjid Sentul City Bogor  diproses hukum yang seadil-adilnya. Hal tersebut disampaikan Ketua FUI Bima, Ustadz Asikin bin Mansyur saat melakukan aksi Bela Islam di depan Mako Polres Bima Kota, Jumat (5/7/2019).

Ketua FUI Bima mengatakan telah terjadi penistaan rumah ibadah di Sentul City Bogor dan hal tersebut membuat umat Islam terluka. “Kita Umat Islam harus bersatu untuk melawan kezaliman ini.Silakan lindungi para pelaku penista agama namun Allah maha melihat. Mari kita segenap warga Kota Bima untuk berada di dalam barisan pembela agama Allah,” ajaknya.

Dikatakannya, kejadian kemarin di Sentul Bogor sangat meperihatinkan, di mana ada seorang wanita mengaku beragama Khatolik masuk ke masjid dengan membawa anjing dan memakai sepatu serta bertingkah seperti iblis.

“Aksi kita ini akan bernilai ibadah di mata Allah SWT dan akan menjadi saksi saat kita dimintai pertanggungjawaban di akhirat,” katanya.

Dikatakannya, pelecehan agama kembali terjadi terhadap Islam. Dilecehkan oleh seorang perempuan. “Memasuki masjid menggunakan alas kaki dan membawa seekor binatang (anjing) yang diharamkan oleh agama Islam. Atas hal itu umat Islam Indonesia meminta kepada pihak Kepolisian RI memproses secara hukum pelaku pelecehan terhadap agama Islam,” desaknya.

Ustadz Asikin juga mengajak kepada seluruh kaum muslimin terus mengawal proses hukum kasus penistaan agama tersebut.

Dirinya meminta aparat penegak hukum tidak cepat menyimpulkan pelakunya gila ataupun kurang sehat. Pasalnya hal itu nantinya akan berbalik tuduhan yang melarang akan diberikan sanksi hukum, bahkan bisa membuat pelaku pembawa anjing ke masjid dibebaskan.


Dalam aksinya di depan Polres Bima Kota, FUI Bima membacakan lima poin pernyataan sikap, yaitu mengutuk keras wanita yang mengaku katolik, tidak tutup aurat, bersepatu, membawa anjing dan menyerang jamaah masjid yang menyuruh keluar dari masjid. Selain itu, apapun motifnya, peristiwa itu telah menodai kesucian masjid tempat ibadah umat Islam. 

Menyerukan kaum muslimin, imam dan takmir masjid, agar selalu waspada dan melakukan penjagaan dari orang gila, pencuri, pengacau, penista dan pembunuh yang masuk lingkungan masjid. Mengingatkan para dokter yang memeriksa pelaku, takut kepada adzab allah kepada orang yang berdusta. Meminta aparat penegak hukum, menegakkan hukum kepada pelaku penodaan masjid sebenar-benarnya. [MR]