Gedung Serbaguna Milik Desa Madaparama Kini Mulai Dimanfaatkan Warga

Iklan Semua Halaman

.

Gedung Serbaguna Milik Desa Madaparama Kini Mulai Dimanfaatkan Warga

Sabtu, 06 Juli 2019
Gedung Serbaguna Desa Madaparama kali pertama digunakan warga setempat. Foto RIF

Dompu, Berita11.com - Warga Desa Madaparama Kecamatan Woja Kabupaten Dompu NTB kini mulai memanfaatkan pembangunan gedung serbaguna, yang dibangun melalui Alokasi Dana Desa (ADD) untuk kegiatan acara-acara tertentu seperti hajatan pernikahan dan lain-lain.

Meski belum rampung 100 persen, warga setempat sudah mulai merasakan langsung kenikmatan pembangunan tersebut, dan warga setempat tak perlu lagi mengeluarkan anggaran untuk menyewah terop atau kursi yang cukup besar. Dan ini merupakan kali pertamanya.

Kepala Desa Madaparama Suradin S.Pd saat ditemui di kediamannya, kepada media ini mengatakan, pembangunan gedung tersebut memang belum rampung dan anggaran pembangunan itu dikerjakan melalui anggaran baru tahapan pertama.

"Pekerjaan gedung serbaguna memang hampir selesai diperkirakan sekitar 65 sampai 70% meski demikian sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan Alhamdulillah, itu digunakan melalui anggaran ADD tahap pertama," ungkap Suradin, Sabtu (6/7/2019) siang.

Menurut dia, pembangunan gedung serbaguna ini tentu membutuhkan anggaran yang cukup besar kisaran Rp1 Milyar. Untuk tahap pertama saja sudah mencapai kisaran Rp550 Juta.

"Alhamdulillah, ini saja sudah terbentuk gedung, ini saja anggarannya baru setengah (Rp550 Juta, red) dan itu sudah bisa digunakan warga untuk sementara," bersyukurnya.

Walaupun belum memenuhi semuanya, lanjut Kades, sebagaimana yang dijanjikan bahwa gedung tersebut harus memenuhi fasilitasnya, meski begitu, kata dia, warga setempat sudah bisa merasakan kenikmatan dengan dipakai mengadakan kegiatan atau acara tertentu.

"Kedepan yang harus dipenuhi terutama kebutuhan kursi, WC, emperanya dan pagar keliling dan lainya," urainya.

Ia menyebutkan, disamping untuk kegiatan warga Madaaprama, bisa juga digunakan untuk kegiatan warga lain yakni di luar desa tersebut, karena menggunakan sistem seperti multi years dan biaya penggunaannya per sekali pakai telah diatur dalam peraturan desa.

"Minimal sewanya 1 kali pemakaian sebesar Rp1.500.000 untuk kegiatan acara resepsih atau pernikahan, kalau untuk di luar desa Rp.2.500.000 itu dilengakapi dengan kursi, kecuali alat peraga pelaminan dan orhen ditanggung oleh yang berhajat," terangnya.

Pada kesempatan ini, dengan adanya gedung yang dibangun, pihaknya mengajak seluruh lapisan warganya untuk saling menjaga dan memanfaatkan sebaik-baiknya.

"Mari kita bersama-sama untuk memanfaatkan sebaik-baiknya dan mari kita menjaga keamanan serta kebersihanya demi kenyamanan kita semua," ajaknya. [RIF]