Gelar Seminar Ekonomi Syariah, DPW LDII dan MUI NTB Ajak Bangun Kekuatan Keuangan Umat tanpa Riba -->

Iklan Semua Halaman

.

Gelar Seminar Ekonomi Syariah, DPW LDII dan MUI NTB Ajak Bangun Kekuatan Keuangan Umat tanpa Riba

Saturday, July 27, 2019
Pemukuran Gong oleh Sekretaris MUI Provinsi NTB Menandai Pembukaan Seminar Ekonomi Syariah yang Digelar DPW LDII dan MUI Provinsi di Aula Hotel Muhtmainnah Kota Bima, Sabtu (27/7/2019).


Kota Bima, Berita11.com— Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB menggelar Seminar Ekonomi Syariah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Akbar Hotel Mutma'innah Kota Bima Sabtu (27/7) dan dibuka Asisten 1 Bidang Pembangunan dan Perekonomian Setda Kota Bima, Ir Hj Rini Indriati MSi.

Kegiatan diawali pembacaan Kalam Ilahi oleh Qori' Nasional Ustadz Budiman, S. Pd. I.
Tampil sebagai narasumber Sekretaris MUI Provinsi NTB, KH Anang Zainuddin dan Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, DR. Ardito Bhinadi, M. Sc.

Hadir pada kegiatan tersebut Ketua Umum DPP LDII sekaligus Dewan Pertimbangan MUI Pusat, Prof. Dr. KH. Abdullah Syam, M. Sc didampingi Ketua DPW LDII Provinsi Ir  Abdullah A. Karim, M. Si,

Ketua Panitia, H. Muh. Saleh, ST., MT dalam laporannya menyampaikan bahwa Seminar Ekonomi Syariah yang bertema Gerakan Ekonomi Syariah Menggapai Hidup Berkah tanpa Riba.

Dikatakannya, di Indonesia umat  mencapai 86 persen, sedangkan di NTB sendiri mencapai 96,78 persen. Angka tersebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2017. Karena itu, bisnis berbasis syariah harus mendapatkan perhatian yang serius untuk menyelamatkan umat agar tidak terjebak dalam usaha-usaha yang mengandung riba.

“Di beberapa negara di Eropa seperti di Inggris dan Perancis saja sudah mendirikan bank-bank dan koperasi syariah. Inggris saja memiliki 26 bank syariah,” ucapnya seraya berharap mudah-mudahan 10 DPD LDII yang ada di kabupaten/kota di NTB bisa mewujudkan ekonomi syariah agar terbebas dari transaksi riba.

Ketua Umum LDII Abdullah Syam menyambut baik pelaksanaan Seminar Ekonomi Syariah yang dihelat oleh DPW LDII Provinsi NTB bekerja sama dengan MUI NTB tersebut.


“Mari urusan ekonomi syariah ini kita kuatkan bersama secara intens. Tetapi bukan hanya ekonomi saja yang syariah tetapi semuanya harus syariah. Pembinaan keluarga juga harus syariah dan pembinaan generasi juga harus syariah,” jelasnya.

Menurutnya ekonomi syariah dilakukan agar terbebas dari riba. “Kalau kita punya anak istri yang dihidupi dengan barang yang tidak halal maka akan berdampak buruk terhadap fisik dan mental mereka. Bila ada daging yang tumbuh dari barang haram maka neraka baginya," ucapnya seraya mengutip salah satu hadits yang disabdakan oleh Rasulullah SAW.

Asisten Pembangunan dan Perekonomian Setda Kota Bima, Ir. Hj. Rini menyampaikan harapan Wali Kota Bima agar ekonomi syariah bisa dijalankan oleh seluruh masyarakat di NTB khususnya di Kota Bima.

“Kami berupaya menghadirkan lembaga nonperbankan untuk mengembangkan ekonomi secara syariah,” katanya.

“Mudah-mudahan NTB bisa mengembangkan ekonomi syariah. Sejatinya ekonomi syariah bukan hanya peran pemerintah tetapi membutuhkan partisipasi semua pihak,” lanjutnya.

Dikatakannya Pemkot Bima kini sedang mengembangkan pelaku usaha berbasis syariah. “Harapan kita semoga tumbuh pelaku-pelaku usaha berbasis syariah,” pungkasnya sembari berharap seminar tersebut dapat membawa manfaat bagi pengembangan usaha berbasis syariah di Provinsi NTB.

Sekretaris MUI NTB, KH. Anang Zainuddin mengapresiasi kegiatan seminar tersebut. Ia menyampaikan dua dasawarsa terakhir perhatian kaum muslimin terhadap syariah secara kaffah mulai meningkat. Karena itu, MUI merespon dengan positif sehingga lahir Bank Muamalat sebagai bank pertama berbasis syariah yang diikuti pula oleh sejumlah bank-bank konvensional dan lembaga keuangan dan koperasi.

Namun demikian, MUI terus berharap penerapan ekonomi berbasis syariah harus senantiasa diwujudkan dalam rangka mendorong ekonomi umat.

MUI telah membentuk Dewan Syariah Nasional (DSN) yang beranggotakan ahli hukum Islam dan praktisi ekonomi Islam dalam mendorong ekonomi umat serta menggali dan melaksanakan kajian praktik ekonomi syariah  di tengah masyarakat.

“Saat ini DSN telah menghasilkan lebih dari 100 fatwa yang berkaitan dengan ekonomi syariah," ucapnya sembari menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan seminar tersebut.

“Pelaksanaan seminar ini sangat relevan dengan program Komisi Pemberdayaan Umat dalam melaksanakan ekonomi syariat di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Acara pembukaan seminar ekonomi syariah  diakhiri doa yang dihantarkan Ketua MUI Kabupaten Bima, TGH. Drs. Abdurrahman Haris, MA dan dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata oleh Ketua Umum DPP LDII kepada para pejabat dan sejumlah tamu undangan yang hadir.

Seminar diikuti 200 peserta yakni 15 orang dari setiap kabupaten/kota serta pengurus MUI dan FKUB Kota Bima dan Kabupaten Bima. Selain itu, seminar juga dihadiri Pasi Intel Kodim 1608/ Bima Kapten Inf. Seninot Subakti mewakili Dandim 1608 Bima,  Kapolres Bima Kota diwakili Kasat Binmas, IPTU M. Yamin dan Kasat Binmas Polres Bima, AKP H. Fandi, dan sejumlah pejabat lainnya. 

Adapun narasumber seminar sehari tersebut Sekretaris MUI Provinsi NTB, KH. Anang Zainuddin, Ketua Dewan Pengawas Bank NTB Syariah, TGH. Ruba'i Ahmad Munawar, Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, DR. Ardito Bhinadi, M. Sc, dan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Saswadi, MM. [MR/RD]