Hendak Konfirmasi, Istri Pemilik MJE Ancam Ingin Banting HP Wartawan, Ujungnya Minta Maaf

Iklan Semua Halaman

.

Hendak Konfirmasi, Istri Pemilik MJE Ancam Ingin Banting HP Wartawan, Ujungnya Minta Maaf

Senin, 29 Juli 2019
Salah satu Wartawan dari Media Kabar Bima Yaman, saat mendatangi Kantor MJE. foto Agus 

Bima, Berita11.com - Beberapa awak media mendatangi kantor jasa penjualan tiket Man Jaya Executif (MJE) yang terletak di Bima Kota pada Senin (29/7/2019) pagi, guna melakukan konfirmasi terkait pembelian tiket yang melatar belakangi Supriyamin (Emo) Wartawan Lensa Post NTB batal keberangkatannya menuju Dumai bersama tiga orang temannya sebagaimana diketahui sebelumnya.

Sejumlah wartawan yakni Agus dari media Metromini, Yaman dari media Kabar Bima, Muhtar dari Pimred Pelopor Krimsus dan Pimred Lensa Post NTB / Ketua DPD MOI NTB Abdul Sukur, bukannya menerima perlakuan yang baik. Namun yang terjadi, istri pemilik jasa penjualan tiket MJE St. Mariam justru memarah-marahi terhadap sejumlah wartawan dan mengancam ingin membanting Handphone (HP) milik mereka yang hendak mengambil gambar.

"Jangan ambil foto saya, nanti saya banting HP anda," ancamnya menggunakan nada kesal sambil menghindari kamera wartawan yang mengambil gambar di kantornya.

Tiba di kantor tersebut, sejumlah wartawan yang hendak mengkonfirmasi malah tidak melihat Kepala Kantor MJE hanya terlihat istrinya St. Mariam dengan anak laki-lakinya beserta dua orang sedang membeli tiket.

Upaya konfirmasi untuk memberikan klarifikasi masalah pergantian uang harga tiket sebesar Rp950.000 yang diundur oleh pihak MJE seolah memberikan janji palsu dan telah merugikan pihak penumpang akhirnya menemukan titik terang.

Sementara St. Mariam yang sudah terlanjur membentak sejumlah wartawan yang ada saat itu akhirnya meminta maaf atas bahasa yang dilontarkannya. 

"Maaf pak, maaf pak, maaf pak," ucap dia setelah menyesali bahasa yang di keluarkannya.

Menanggapi keluhan para penumpang yang membeli tiket di kantornya, Menurut St. Mariam, pembelian tiket penumpang KM Awu saat itu memang bukan dipesan jauh hari, tetapi penumpang memesan tiket satu hari sebelum KM Awu berangkat, Ia juga mengakui proses pembayaran tiket tersebut bukan melalui tranfer lewat rekening.

"Tiket itu bukan di pesan jauh-jauh hari, dia belinya sore untuk berangkat besok pagi jam 9, dan uang dibayar sama kita, itukan dibayar tunai di sini, saya sendiri yang melayani," akuinya.

Mariam menjelaskan, alasan mereka tidak mengembalikan uang pembelian tiket tersebut untuk empat orang penumpang dengan tujuan Dumai lantaran saat itu banyak mengurus penumpang yang tidak berangkat menggunakan Kapal Awu.

"Kita kemarin banyak orang yang tidak berangkat itu, ada yang ke Dumai, ada yang kebenua dan ada yang kesurabaya, dan uang penumpang itu (Emo, red) sudah kami kembalikan lewat rekening BRI atas nama beliau tadi pagi," Jelasnya sambil merinci jumlah penumpang yang tidak berangkat. [RIS]