Herman Akhirnya Serahkan Diri dan Ungkap yang Sebenarnya Berkaitan Pelemparan Mobil PT PLN

Iklan Semua Halaman

.

Herman Akhirnya Serahkan Diri dan Ungkap yang Sebenarnya Berkaitan Pelemparan Mobil PT PLN

Rabu, 31 Juli 2019
Baju Putih Kuasa hukum terduga Amirullah, SH, yang tengah Herman, kemudian ujung Kiri Kapolsek Hu'u IPTU Balok Siswantoro. foto ist


Dompu, Berita11.com - Tak tahan namanya disebut-sebut oleh warga serta tuduhan sebagai pelaku pelemparan mobil PT PLN Persero Kabupaten Dompu sehingga mengakibatkan salah satu anggota Kepolisian Sektor Hu’u H. Ahmat jadi korban terkena batu saat mengamankan pegawai PT. PLN dari amukan warga beberapa waktu lalu.

Herman pria 29 tahun akhirnya berinisiatif untuk menyerahkan diri pada pihak kepolisian guna memberikan keterangan yang sebenar-benarnya atas peristiwa tersebut setelah melarikan diri dan bersembunyi di Kabupaten Bima selama 14 hari.

Herman bersama kuasa hukumnya Amirullah, SH dijemput Kapolsek Hu’u IPTU Balok Siswantoro di rumahnya yakni di Dusun Kuta Desa Rasabou Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu NTB pada Rabu (31/7/2019) pagi.
 
Herman saat memberikan keterangan saksi di ruang penyidik Polsek Hu'u. foto ist
Peristiwa itu terjadi dipicu lantaran warga setempat merasa kesal karena pemadaman listrik secara tiba-tiba sehingga warga setempat spontan melampiaskan amarahnya terhadap mobil PT PLN yang kebetulan saat itu sedang melintas di Desa Hu’u bertujuan untuk memperbaiki pemadaman tersebut.

Kuasa hukumnya Amirullah mengatakan, Herman selaku kliennya menyerahkan diri untuk memberikan keterangan sebagai pemeriksaan awal dilakukan di Mapolsek Hu’u sebagai saksi dan saat ini Herman sedang diamankan di Mapolres Dompu.

“Tadi saya bersama Kapolsek Hu’u, mendampingi penjemputan dan penyerahan diri klien saya (terduga, red) secara kooperatif serta siap menghadapi proses hukum,” jelas Amirullah
 
Detik-detik penjemputan Herman di kediamannya. foto ist
Ia menegaskan, memang pada saat kejadian, Herman berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tetapi terduga tidak ikut dalam pelemparan tersebut. Akibat ketakutan Herman melarikan diri sehingga Herman dituduh telah melakukan penganiayaan terhadap korban salah satu anggota kepolisian.

“Karena ketakutan dan merasa terpojok dengan informasi atau tuduhan atas dirinya bahwa dirinya diduga pelaku penganiayaan. Dari rasa ketakutan itu terus menghantuinya selama persembunyiannya akhirnya mendorong dia (terduga, red) berinisiatif menyerahkan diri guna memberikan keterangan yang sesungguhnya,” tegasnya. [RIS]