Isi Materi Nasionalisme pada PLS, Kodim 1614 Kunjungi SMA Negeri 1 Dompu -->

Iklan Semua Halaman

.

Isi Materi Nasionalisme pada PLS, Kodim 1614 Kunjungi SMA Negeri 1 Dompu

Monday, July 15, 2019
Kasdim 1614/Dompu Mayor Czi Edi Gustaman saat memberikan wawasan pemahaman Nasionalisme di SMA Negeri 1 Dompu. foto ist


Dompu, Berita11.com – Dalam rangka mengisi materi nasionalisme pada masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) pada peserta didik tahun ajaran baru 2019-2020. Jajaran Kodim 1614 kunjungi SMA Negeri 1 di Jalan Sukarno - Hatta Nomor 56, Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu NTB, Senin (15/7/2019) pagi.

Pada kesempatan kegiatan tersebut turut hadir Dandim 1614/Dompu, Letkol Czi, Arief Hadiyanto, S, Ip. Kasdim, Mayor czi Edi Gustaman. Kepala SMA Negeri 1 Dompu, Muhamad Ihsan, S.Pd, perwakilan kesiswaan Andil Hari, S.Pd dan Abdul Haer, S.Pd, kemudian guru pengajar beserta Staf Tata Usaha dan sebanyak 360 siswa dan siswi.

Sementara itu, yang memberikan materi wawasan kebangsaan dalam rangka PLS terhadap 360 peserta didik tersebut disampaikan Kasdim, Mayor Czi Edi Gustaman.

Dalam penyamapiannya, Mayor Czi Edi Gustaman memberikan wawasan bahwa siswa dan siswi harus bisa membesarkan bangsa dan mencintai negara, Jika tidak maka negara akan hancur.

Menurutnya, Indonesia adalah negara patriot, karena kemerdekaannya bukan pemberian, tapi hasil perjuangan sampai titik darah penghabisan dan merdeka pada tanggal 17 agustus 1945.
Kata dia Indonesia negara yang kaya SDM serta sumber daya alam yang melimpah, Selain itu wilayahnya yang luas serta sangat strategis.

“Ancaman kedaulatan negara baik darat, Laut dan udara, Dimana gerakan separatis yang ingin memisahan dari negara kesatuan RI, Selain itu ada negara lain yang mengincar negara kita dengan cara merusak generasi muda. Politik ampera mengadu domba sudah mulai kelihatan terutama di negara timur tengah yang menjadi penghasil minyak,” katanya.

Dikatakannya, Energi fosil akan habis pada tahun 2036 dan akan digantikan oleh energi hayati, Sumber energi hayati diperoleh dari negara negara yang dilewati oleh garis khatulistiwa.
“Negara kita sudah dimasuki oleh informasi - informasi palsu dan fitnah dan kuncinya kita harus menggunakan akal sehat,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Ia berharap selain berbakti kepada orangtua maupun guru di sekolah peserta didik juga bisa berbakti kepada nusa dan bangsa agar dapat berguna bagi orang-orang di sekitar.

“Di samping itu, adik-adik bisa ikut mempengaruhi teman sekitar dan kurangi kenakalan serta tingkah laku yang merusak generasi muda terutama jauhi bahaya Narkoba. Dan saya berharap agar semua ini dapat diimplmentasikan dalam pelaksanaan kehidupan sehari-hari. Cukup adik-adik berprestasi di lingkungan keluarga saja dan jika itu bisa dilakukan maka adik - adik dapat menjadi kebanggaan keluarga di kemudian hari,” tandasnya. [RIF]