Kabupaten Bima Butuh Guru Profesional!

Iklan Semua Halaman

.

Kabupaten Bima Butuh Guru Profesional!

Selasa, 30 Juli 2019
Pemilihan Duta Guru Hebat SMP Kabupten Bima yang Digelar Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima, Senin (29/7/2019).


Bima, Berita11.com— Pengembangan karier guru sebagai upaya pemerataan distribusi dan peningkatan mutu pendidikan harus terus ditingkatkan. Oleh karena itu, guru merupakan ujung tombak pelaksana kurikulum di depan kelas dan sangat menentukan mutu pendidikan.

Karena pertimbangan itu, Kabupaten Bima membutuhkan guru profesional. Guru profesional berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Hal tersebut ditekankan Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima Drs Zunaiddin MM saat menyampaikan sambutan pada pemilihan duta guru hebat lingkup Dikbupora Kabupaten Bima, Senin (29/7/2019).

Menurutnya,  profesionalitas guru sangat bergantung pada pengembangan karier yang memperlihatkan kompetensi pada setiap bidang. Tuntutan dan kebutuhan guru profesional di lingkungan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sangat besar.  

“Oleh karena itu, dengan begitu banyak program yang telah diupayakan memperbaiki kondisi tersebut, misalnya kualifikasi pendidikan harus ditingkatkan. Selain itu, mencetak Sumber Daya Manusia yang ada sehingga diharapkan akan dapat meningkatkan kualitas guru itu sendiri,” katanya.

Dikatakannya, pemilihan duta guru hebat yang dilaksanakan sebagai upaya bersama menciptakan wadah maupun guru yang professional sesuai dengan bidang tugas masing– masing.

“Perlu dikembangkan mengingat keberadaan seorang guru ini menentukan maju dan mundurnya pendidikan di tanah air,” katanya.

Dijelaskannya, peran guru dalam dunia pendidikan  sangat berpengaruh terhadap sukses pendidikan pada masa mendatang. Bagaikan kapal yang sedang berlayar, guru adalah nahkoda yang mengarahkan, membimbing dan memberi petunjuk kepada awak kapalnya agar dapat berjalan dengan baik menuju tempat tujuannya

“Dalam pendidikan formal di sekolah, guru memegang kendali penuh terhadap anak didik dan peserta didik dalam kelas. Baik atau tidaknya pembelajaran dalam kelas bergantung pada guru sebagai ujung tombaknya. Selain itu, keberadaan seorang guru memegang peranan strategis terutama dalam upaya membentuk watak bangsa melalui pengembangan kepribadian dan nilai-nilai yang diinginkan,” katanya.

Dari dimensi tersebut, peranan guru sulit digantikan oleh yang lain. “Maka dari itu alangkah baiknya seharusnya guru memiliki sikap dan sifat yang baik agar para siswa yang diajarnya dapat meniru dan mencontoh perilaku-perilaku baik tersebut. Dengan kata lain guru harus memiliki kualitas yang baik untuk menjadikan pendidikan lebih bermutu,” ujarnya.

Kepala Seksi Pendidikan dan Kependidikan Dikbudpora Kabupaten Bima DR Zunaidin Ismail mengatakan pemilihat duta guru hebat SMP dilaksanakan dalam rangka penilaian para guru hebat yang melaksanakan tugas pokok dan fungsinya serta tanggung jawab  sebagai tenaga pengajar dan pendidikan.

“Seleksi yang dilakukan ini diharapkan akan mendapatkan para guru hebat dalam hal bidang pendidikan, inovasi yang dilaksanakan sehingga ke depanya mutu pendidikan dapat ditingkatkan,” katanya.

Direncanakan kegiatan akan dilaksanakan dua hari. Adapun materi yang dilombakan tanya jawab dan wawancara. “Sehingga dari kegiatan tersebut kita akan bisa melihat para guru yang siap dalam mengikuti kegiatan tersebut,” katanya.

Kepala Bidang Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima H Asraruddin, SH. M.Pd menyampaikan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yaitu guru, orang tua, masyarakat dan didukung pemerintah.  

“Peran guru, orang tua, masyarakat sangatlah penting bagi dunia pendidikan agar siswa yang di sekolah bisa memberikan kontribusi untuk negara,” ujarnya.        

Permasalahan pendidikan bukan menjadi tanggung jawab segelintir orang, akan tetapi merupakan kerja semua pihak. “Program-program ini harus menjadi gerakan yang sensitif bagi kita semua, sehingga bisa memperbaikan pendidikan. Peran orang tua dalam pendidikan anak di antaranya mendukung pendidikan seorang anak.

“Karena itu akan membuat seorang anak merasa mendapat perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya, tetapi tidak menutup kemungkinan bagi seorang anak yang tidak memiliki orang tua yang utuh masih bisa mendapatkan pendidikan dari orang tuanya. Iitu semua bergantung dari masing-masing individunya,” katanya. [MR]