Kapasitas RSUD Dompu Overload, Pasien Terpaksa Tampung di Ruang Transit

Iklan Semua Halaman

.

Kapasitas RSUD Dompu Overload, Pasien Terpaksa Tampung di Ruang Transit

Selasa, 02 Juli 2019
Pasien Muhammad Iksan warga asal Desa Teke Kecamatan Balibelo Kabupaten Bima saat dirawat di ruangan transit. Foto Poris

Dompu, Berita11.com - Sedikitnya belasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Dompu NTB yang terus berdatangan, terpaksa harus ditampung dan dirawat di ruangan transit. Pasalnya, kapasitas ruangan rawat baik kelas ekonomi maupun VIP telah penuh sehingga kelebihan beban (Overload).

Salah satu orang tua pasien H. A. Rifin warga asal Kabupaten Bima Desa Teke Kecamatan Balibelo kepada Berita11.com menuturkan, anaknya Muhammad Ikhlas 21 tahun, yang mengalami sakit ambien dari kemarin hingga saat ini belum mendapatkan kamar.

"Kita dirujuk dari rumah sakit Bima, tiba di sini kemarin, pihak rumah sakit bilang ruangannya sudah full," katanya saat ditemui di ruangan transit, Selasa (2/7/2019) sore.

Penuturan senada disampaikan salah satu pasien yang juga mantan aggota DPRD Dompu, Om Ceni 48 tahun, warga Kelurahan Kandai Dua Kecamatan Woja, pihaknya mengaku bahwa sudah dua hari dirinya dirawat di ruangan transit.

" Kamarnya mamang sudah full, saya sudah dua hari dengan ini, tunggu keluar pasien baru bisa masuk," tuturnya.

Terpisah, Koordinator super visi RSUD Dompu Syarifudin atau sapaan akrabnya Den membenarkan hal itu terjadi, karena RSUD Dompu merupakan rumah sakit satu-satunya tempat rujukan pasien baik warga dompu sendiri maupun di luar daerah.

"Memang ada overload sebanyak belasan pasien, karena, RSUD Dompu salah satu rumah sakit rujukan. Pasien-pasien ini bukan hanya di dompu saja, tetapi di luar Kecamatan Dompu, seperti Kilo, Kempo, Pekat dan lain-lain bahkan di luar daerah Kabupaten Dompu semua berdatangan," terang dia.

Dalam mengantisipasi hal tersebut, lanjut Den, upaya yang dilakukan pihak RSUD sendiri menyediakan ruangan transit buat pasien sambil menunggu pasien yang keluar

"Kami sudah menyediakan ruangan transit, ruangan ini sengaja disediakan ketika di kelas full, maka kami menawarkan pasien sekiranya sampai besok ketika kelas sudah kosong, kami baru menggeser ke ruangan kelas," jelas dia.

Ia mengungkapkan, bukan hanya dua sampai tiga hari saja pasien yang nginap di ruang transit, malah lebih dari itu, bahkan pasien hingga pulang pun masih di transit dan itu sering terjadi.

"Pasien hingga pulang pun masi di ruang transit dan kami tidak membedakan pasien yang ada di transit maupun di kelas. Pelayanan atau penanganan tetap dilakukan seperti pasien yang ada di ruang kelas, kami tidak membedakan," tandasnya.

Pada kesempatan ini, dia meminta terhadap para pasien untuk bersabar menunggu kosongnya tempat tidur di sejumlah kelas yang dimiliki RSUD Dompu. Dan terkait pelayanan, pihaknya akan terus memantau kondisi pasien yang dirawat di ruangan transit.

“Jika ada kamar yang sudah kosong akan langsung kita pindahkan,” pungkasnya. [RIS]