Pemkot Bima Ajak Masyarakat jaga Persatuan dan Kesatuan Pasca Pemilu 2019 -->

Iklan Semua Halaman

.

Pemkot Bima Ajak Masyarakat jaga Persatuan dan Kesatuan Pasca Pemilu 2019

Monday, July 22, 2019
Staf Ahli Wali Kota Bima Bersama Sejumlah Narasumber Dialog Kebangsaan. Foto MR Berita11.com.


Kota Bima, Berit11.com— Pemerintah Kota (Pemkot) Bima mengajak masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan pasca Pemilu 2019. Semua pihak juga diharapkan terus memupuk semangat gotong royong dalam masyarakat dan menguatkan semangat kebangsaan.

Harapan Pemkot Bima tersebut disampaikan Wali Kota Bima yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kesra, dan SDM, M. Farid, M.Si pada Dialog Kebangsaan bertema Meningkatkan Semangat Kebangsaan untuk Indonesia Maju Refleksi Pasca Pemilu 2019 yang diselenggarakan Rumah Cita di Aula SMKN 3 Kota Bima, Senin (22/7/2019).

“Saya berpesan kepada kita semua, mari kita jaga persatuan dan kesatuan serta semangat gotong royong di tengah tengah masyarakat,” harap Farid.

Farid mengatakan, selain menambah wawasan tentang penyelenggaraan Pemilu, dirinya berharap kegiatan ini juga menjadi media silaturahmi antara pemerintah dengan  masyarakat. “Pasca bulan lalu kita bersama-sama akan menjadi saksi dalam perhelatan politik akbar yang akan menentukan arah bangsa ini lima tahun ke depan,” katanya.

Menurutnya, Pemilu telah berlangsung dengan sukses aman meskipun ada riak-riak  kecil. Namun hal itu bisa segera tertangani lancar dan amanya. Pemilu mewajibkan elemen bangsa ini bersama-sama.

Pesta demokrasi telah usai dan menghasilkan pimpinan yang akan menakhodai Indonesia dan berbagai dareah lainnya di Indonesai selama lima tahun ke depan. “Saat ini yang perlu kita lakukaan adalah menjaga kebersaaman dan persatuan agar kita bisa mengisinya dengan  pembangunan yang nantinya akan berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat Indonesia,” katanya.


Pemkot Bima juga meminta semua pihak mencermati konten dari media sosial  yang mengunsung ujaran kebencian, politisasi SARA, hoaks dan fitnah. Jangan sampai masyarakat terpengaruh informasi keliru yang berdampak pada rusaknya rasa persatuan dan kesatuan. 

“Justru seharunya kita semua bisa mengorganisir dan menebar kedamaian informasi yang mendinginkan dan menyejukan untuk merajut rasa persaudaran dan persatuan,” katanya.

Selain Staf Ahli Wali Kota Bima, Dialog Kebangsaan juga dihadiri Dandim 1608/ Bima, Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra, Kasdim 1608/Bima Mayor Inf Hardani, Kepala Badan Kesbangpol Kota Bima Ach Fahtoni, Saifulah Sufi anggota DPRD Kabupaten Bima dari PKS, M. Tahir Irhas S.Ag M.Pd Puket III STKIP Bima, Ketua Ikatan DAI Madinah Bima, Ustadz Taufiqurahman ST MT. Adapun peserta dialog berasal dari Ormas dan pelajar. [MR]