Pemprov Drop Bantuan Bibit Bawang Putih untuk 100 Kelompok, HKTI Kabupaten Bima Ingatkan agar Tepat Waktu!

Iklan Semua Halaman

.

Pemprov Drop Bantuan Bibit Bawang Putih untuk 100 Kelompok, HKTI Kabupaten Bima Ingatkan agar Tepat Waktu!

Senin, 08 Juli 2019
Ilustrasi.


Bima, Berita11.com— Dalam waktu tak lama lagi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Pertanian Provinsi NTB akan mendistribusikan bantuan bibit bawang putih untuk 100 kelompok petani di Kabupaten Bima. Akan tetapi distribusi bantuan bibit tersebut berpotensi menjadi masalah seperti saat droping benih jagung yang tidak distribusikan pada waktu yang tepat.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten 
Bima Yasin, S.Pd.I.

“Tahun ini saya sudah berkoordinasi langsung dengan Dinas Pertanian Provinsi (NTB), untuk bawang putih diperkirakan 100 kelompok akan didrop dalam waktu-waktu dekat ini. Ini adalah upaya dan koordinasi pemerintah juga yang perlu diapresiasi,” ujar Yasin S.Pd.I kepada Berita11.com melalui sambungan Ponsel, Jumat (5/7/2019) lalu.

HKTI mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap petani dengan mendistribusikan bantuan bibit bawang putih. Akan tetapi yang perlu dievaluasi waktu droping yang belum tepat. “Hanya saja waktunya kurang tepat. Sehingga untuk musim tanam yang tepat di Kabupaten Bima seharusnya bulan tujuh itu sudah tanam. Jelas akan gagal kalau telat seperti itu. Karena bulan 11 dan bulan 12 itu sudah mulai hujan di Kabupaten Bima,” ujarnya.

Hal tersebut juga berlaku untuk distribusi bantuan benih jagung. “Saya lihat ini perlu dievaluasi juga, banyak sekali kejanggalan-kejanggalan termasuk pendistribusian bibit. Harapan kami ke depan. Kalau perlu dilakukan kesempahaman, kelompok dengan UPT karena setiap wilayah selalu berbeda-beda kebutuhan bibit, sehingga tidak asal-asalan pendistribusian bibit,” kata legislator Kabupaten Bima ini.

Diisyaratkan Yasin, HKTI juga akan menfasilitasi rapat bersama kelompok tani dengan pihak Dinas Pertanian.

“Supaya kita samakan persepsi bibit apa yang kita butuhkan setiap kecamatan. Karena tidak ada lagi kalau mereka (dinas) melakukan pengadaan bibit di luar permintaan masyarakat nanti. Selama ini katakanlah Soromandi, banyak sekali yang mengemblaikan bibit karena tidak sesuai harapan mereka. Itupun di Wawo banyak yang tidak sesuai kebutuhan kelompok tani yang ada di Wawo,” ujarnya. [US]