Samakan Persepsi tentang Persoalan Tambang Sulfidah, APLTI Hu’u Konsolidasi

Iklan Semua Halaman

.

Samakan Persepsi tentang Persoalan Tambang Sulfidah, APLTI Hu’u Konsolidasi

Minggu, 07 Juli 2019
Suasana Rapat APLTI Hu'u di Sekretariat APLTI, Minggu (7/7/2019).


Dompu, Berita11.com— Asosiasi Perusahaan Lingkar Tambang dan Industri (APLTI) Desa Hu'u Kecamatan Hu'u Kabupaten Dompu NTB melaksanakan rapat koordinasi sekaligus konsolidasi menyikapi polemik perusahaan sulfidah yang beroperasi di wilayah setempat, PT Sumbawa Timur Mining (STM).

Rapat dilaksanakan di Seketariat APLTI Hu'u, Jalan Lintas Lakey Desa Hu'u Kecamatan Hu'u Kabupaten Dompu, Minggu (7/7/2019).  

Ketua APLTI Baharuddin didampingi Sekjen APLTI, Taufik M Nor  menjelaskan, pihaknya sengaja melaksanakan rapat koordinasi sehubungan dengan dinamika dan situasi wilayah Hu'u yaitu polemik masyarakat setempat dengan pihak STM.

“Saat ini situasi makin panas antara masyarakat dengan pihak STM/Vale. Untuk itu, APL TI memang harus hadir untuk berikan solusi terbaik, sehingga perusahan tetap jalan dan masyarakat sekita Hu'u (lokal) bisa sejahtera dan mendapatkan keadilan dari imbas kebijakan perusahaan itu sendiri,” ujar Baharuddin.

Selain itu, dijelaskannya, rapat juga sebagai wadah menyamakan presepsi antara semua bidang asosiasi, sehingga ke depan  bisa meminalisasi serta mampu memonitor segala bentuk persoalan yang terjadi.

“Segala persoalan yang timbul, baik dari pihak STM/Vale itu sendiri maupun masyarakat maupun perusahaan yang ingin ambil bagian kegiatan terhadap perusahaan itu sendiri bisa termonitor,” ujarnya.

Baharuddin menjelaskan, berkaitan tahapan kegiatan STM/Vale tahun 2019 ini sudah memasuki tahapan feasibility studi (FS) untuk mengantungi dokumen AMDAL untuk memastikan layak tidaknya memasuki tahapan eksploitasi tambang yang dirancang dalam bentuk underground mining tersebut.

“Dalam bulan - bulan ini pihak STM/Vale dalam tahapan kegiatan AMDAL (FS), tahapan ini sangat penting sehingga perlu diantisipasi oleh kita, jangan sampai terjadinya konflik sosial masyarakat nantinya,” pungkasnya. [RD]