Sambut HUT ke-46, DPD KNPI Kabupaten Dompu Gelar Kegiatan dan Lomba -->

Iklan Semua Halaman

.

Sambut HUT ke-46, DPD KNPI Kabupaten Dompu Gelar Kegiatan dan Lomba

Sunday, July 21, 2019
Kegiatan lomba menggambar berlangsung dengan menggunakan tangan. foto ist


Dompu, Berita11.com -  Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 , Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Kabupaten Dompu menggelar berbagai macam kegiatan dan lomba di Taman Kota  Kabupaten Dompu, Sabtu (21/7/2019) pagi.

Adapun kegiatan lomba yang digelar di antaranya menggambar (finger painting) dengan jari dan lomba mural (grafiti) yang pesertanya terdiri dari anak-anak tingkat Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar.

Beragam kegiatan lainnya diisi dengan berbagai kegiatan seperti, Bekam dan Pijat gratis, Kuliner, Kopi gratis, Periksa Kesehatan dan pengobatan gratis serta Sosialisasi internet sehat, kemudian kareku kandei, Pameran foto, Perkusi, dan selfi bersama manusia patung.

Sejumlah rangkaian kegiatan diawali dengan senam aerobik (zumba). Namun sebelumnya, rangkaian kegiatan tersebut dibuka Asisten I Bidang Pemerintahan dan Aparatur Setda Kabupaten Dompu, Drs. H. Sudirman Hamid, M. Si. Sedangkan resepsinya (Puncak acara) akan digelar besok Selasa malam (23/7) sekaligus pembagian hadiah lomba pada peserta yang dihibur oleh musik akustik di gedung pemuda Kelurahan Bada Kecamatan Dompu.
Anggota KNPI Kabupaten Dompu. foto ist

Ketua DPD KNPI Kabupaten Dompu Rihul Rahman, ST melalui Wakil Ketua Bidang Penanganan Konflik dan Bencana Nurul Kamal mengatakan, selain memperingati HUT KNPI yang ke 46, kegiatan itu juga bertujuan untuk menghimpun komunitas dalam satu arah dan mengembangkan usaha kerajinan tangan.

“Pada kesempatan ini, KNPI Dompu bisa menghimpun komunitas dalam satu area di jalur bebas kendaraan. Kemudian, pemasaran jenis-jenis usaha kuliner dan usaha kerajinan tangan dan salah satu contohnya kegiatan hari bebas kendaraan bermotor ini yang akan diusulkan untuk dilaksanakan tiap bulan,” ungkap Nurul usai kegiatan itu berlangsung di taman kota dompu.

Ia menyebutkan, warga memanfaatkan jalur bebas kendaraan itu, sebagai sarana ekspresi dalam usaha perdagangan kerajinan tangan dan pada kesempatan itu juga untuk membina dan mengembangkan bakat para pemuda agar lebih kreatif dalam berinovasi.

“Pemuda merupakan sarana ekspresi baik seni, budaya dan olahraga. Kemudian pengusaha kecil dapat menjual barang dagangannya dan masyarakat dapat menikmati serangkaian kegiatan kesenian budaya, kuliner dan olahraga,” pungkasnya. [RIS]