Tuntut Buruh Kembali Bekerja di PT STM, Formalin Dobrak DPRD dan Pemda Dompu -->

Iklan Semua Halaman

.

Tuntut Buruh Kembali Bekerja di PT STM, Formalin Dobrak DPRD dan Pemda Dompu

Tuesday, July 23, 2019
Massa aksi Formalin saat berorasi di depan gedung parenta dana Nggahi Rawi Pahu. foto ist

Dompu, Berita11.com - Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Front Aliansi Lingkar Tambang/buruh (Formalin), Senin (22/7/2019) pagi mendatangi dan mendobrak gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) Kabupaten Dompu dan kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Dompu.

Massa aksi menuntut agar buruh yang diberhentikan secara sepihak oleh PT Sumbawa Timur Mining (STM) bisa ditangani dengan serius dan dapat dikerjakan kembali. Selain itu, massa juga menuntut DPRD agar memfasilitasi tempat untuk melakukan mediasi antara buruh dan perusahaan tersebut serta beberapa pihak yang berkaitan.

Menurut koordinator lapangan (Korlap) Amirulah SH, adanya penghentian atau pemutusan sepihak terhadap sejumlah buruh, diduga ada keterlibatan sejumlah Kepala Desa (Kades) Se-Kecamatan Hu'u yang telah memaksa PT.STM untuk mengeluarkan keputusan penghentian beberapa pekerja atau buruh.

“Kami menduga, keputusan sepihak ini karena ada bisikan sejumlah Kedes dan kami yakin Camat Hu'u juga terlibat dalam keputusan sepihak itu,” ujar pria yang keseharian sebagai Lewer ini.

Amirullah berharap sikap serius Pemda Dompu terkait permintaan mereka, untuk menghindari sesuatu hal yang tidak diinginkan seperti kontak fisik atau konflik pro dan kontra dalam perusahaan yang bisa mengakibatkan korban jiwa. Dan  ia mengisyaratkan, sejumlah buruh tersebut bakal masuk kerja meskipun dengan cara paksa.

“Hari Rabu, sejumlah buruh akan paksa masuk bekerja meskipun apa pun yang terjadi dan sejumlah buruh yang bekerja di situ mengharapkan jaminan keselamatan, selama dalam bekerja, takutnya ada gesekan dalam perusahaan," harapnya.
 
Perwakilan Massa aksi saat berdialog dengan salah satu anggota DPRD Dompu. H. Didi Wahyudin. foto ist
Salah satu anggota DPRD Kabupaten Dompu dari Fraksi Partai Gerindra yang juga selaku Ketua Pansus Investigasi H. Didi Wahyudin menerima massa aksi dan melakukan dialog. Dalam dialognya, H. Didi Whayudin berjanji akan memanggil pimpinan perusahan tersebut dan memfasilitasinya.

"Untuk agenda pertemuan buruh dan perusahaan sudah saya laporkan kepada pimpinanan, dan pemanggilan Direktur perusahaan selaku pemegang kebijakan, kami akan memanggil dan  kami akan memfasilitasi dan tim pansus telah kami dibentuk juga. Insya Allah, kami jadwalkan pada Jumat pertemuan  lagi," janjinya.

Usai melakukan dialog di gedung DPR, massa aksi bergegas menuju Kantor Bupati Dompu dan melanjutkan orasi. Setelah melakukan orasi secara bergantian massa diterima asisten II Setda Dompu, Ir. H. Rasidin.

Dalam dialognya, Ir. H. Rasidin meminta terhadap sejumlah massa untuk tenang dan meminta agar persoalan yang dihadapi oleh sejumlah buruh tersebut untuk serahkan sepenuhnya pada Pemda. 

”Persoalan ini, percayakan terhadap kami, kami akan bekerja dan mencari solusi atas masalah ini, Pemda menjamin bahwa tidak ada buruh yang diberhentikan, hindari bentrokan dan kekerasan yang bisa merugikan para pekerja, jangan mudah terprovokasi oleh oknun-oknum yang mengambil keuntungan dari masalah ini,” tegasnya [RIF]