Tuntut Keadilan Lahi, Aktivis Bakal Demo Polres Dompu

Iklan Semua Halaman

.

Tuntut Keadilan Lahi, Aktivis Bakal Demo Polres Dompu

Jumat, 12 Juli 2019
Pimpinan ARM Kabupaten Dompu, Rosyihan Gibran. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Pasca kepulangan Nurdin Usman alias Lahi, usai ditahan dan dilakukan interogasi oleh pihak kepolisian sejak Jumat dini hari sekira pukul 01.00 Wita hingga Sabtu (6/7) siang, lantaran ada kemiripan dengan pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor) yang terekam CCTV di depan Bakso goyang lidah Simpasai pada Kamis (4/7) lalu menyita perhatian masyarakat dan sejumlah pihak.

Pasalnya, pria 33 tahun warga Dusun Pelita Desa Tembalae Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu NTB ini, pulang dengan luka bonyok dan mengalami luka robek di bagian kepala sebelah kanan sehingga dilkukan jahitan beberapa kali serta nama baiknya hancur.

Atas prihal tersebut, sejumlah aktivis di Dompu isyaratkan bakal melakukan demonstrasi institusi kepolisian resos dompu guna menuntut keadilan atas apa lang dialami Lahi, karena menurut mereka kepulangan Lahi diduga ada kontak fisik yang terjadi.   

Salah satu aktivis dari pimpinan Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) Kabupaten Dompu Rosyihan Gibran kepada Berita11.com mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan atas peristiwa yang dialami Lahi.

"Kami selaku aktivis yang berkecimpung di dunia jalanan, selalu menyuarakan keadilan tentu kami menyayangkan apa yang telah dilakukan oknum polisi atas salah tangkap terhadap saudara kita Lahi," ungkap dia, Jumat (12/7/
2019) siang di Taman Kota Dompu.

Menurut pria yang biasa disapa akrab Rosy ini, rekaman CCTV yang menjadi acuan atas penangkapan Lahi karena di situ ada kemiripan. Boleh saja dilakukan pemamggilan untuk diperiksa, namun tidak harus dipulangkan dengan sejumlah luka di sekujur tubuhnya. Hal ini lah yang membuat mereka kecewa.

"Lahi ini dianggap mirip sehingga dilakukan penangkapan, sah-sah saja, tetapi kenapa Lahi dipulangkan dengan beberapa luka yang dialaminya," kecewanya.

Rosy mengaku, beberapa hari lalu, pihak keluarga Lahi mendatangi tempatnya guna meminta bantuan sambil menyodorkan bukti bukti beserta video yang viral di media sosial dan mereka yakin saat itu bukan dia pelakunya. Dan dia mengisyaratkan bakal melakukan aksi demonstrasi melalui lembaga yang ia pimpin ARM

"Insya Allah, dalam waktu dekat ini kami selaku aktivis akan menyuarakan persoalan ini melalui aksi  demonstrasi guna terciptanya keadilan di bumi tercinta Nggahi Rawi Pahu ini lebih khusus buat saudara kita Lahi," isyaratnya.

Terkait dengan salah tangkap seperti yang disampaikan Kepolres Dompu AKBP Erwin Suwondo, S.IK, M.IK sebagaimana yang dilansir Berita11.com pada Selasa (9/7) lalu, pria kelahiran 1992 yang juga telah lama menyandang predikat sebagai aktivis ini, pihaknya membenarkan. Akan tetapi, ia menegaskan, apa yang dilakukan oleh pihak kepolisian itu, menurut dia, di luar dari pada prosedural yang berlaku.

“Kalau misalnya dia tertangkap tangan, maka sesaat itu pula orang itu (Lahi, red) ditangkap, kalau misalnya polisi masih ragu-ragu apakah benar si dia (Lahi, red) pelaku atau tindak pidana dipanggil melalui surat panggilan untuk menghadap, kalau sudah langsung tangkap berarti polisi sudah yakin, peristiwa ini sudah jelas mereka (Polisi, red) sudah dilakukan penangkapan, bukan slah tangkap,” tegas Rosy. [RIS]